Tentara di Fort Stewart, Georgia, akan segera bisa menggunakan kartu makan mereka di Subway, Starbucks, Burger King, dan QDOBA di pangkalan.

Mulai 3 Agustus, pangkalan tersebut menjadi instalasi Angkatan Darat pertama yang menerapkan program bernama Flexible Eating and Expanded Dining Program (FEED).

>>> Taylor Farms Donasi Rp16 M ke Kelompok Trump Usai Aturan Pangan Dilonggarkan

Kapten Destinee Johnson, juru bicara Divisi Infanteri ke-3, mengatakan tentara dapat menggunakan Common Access Cards untuk membeli menu yang sudah disetujui di restoran waralaba.

Restoran yang termasuk dalam FEED dikontrak oleh Army & Air Force Exchange Service, yang bervariasi tergantung pangkalan.

FEED adalah salah satu inisiatif makan baru Angkatan Darat yang bertujuan memberi tentara junior yang tinggal di pangkalan lebih banyak pilihan makanan.

Angkatan Darat telah menjalankan uji coba pada Agustus lalu dengan 200 tentara dari Batalyon Quartermaster ke-61 di Fort Hood, Texas.

Program di Fort Stewart akan menjadi model bagi pangkalan lain, kata Samantha Tyler, juru bicara Komando Materiel Angkatan Darat.

Biasanya, tentara yang tinggal di barak mendapat rencana kartu makan dengan tiga kali swipe untuk sarapan, makan siang, dan makan malam di fasilitas makan.

Namun, rencana makan lama berubah seiring Angkatan Darat merombak pilihan makanannya dengan ruang makan bergaya baru, aplikasi takeout, kios makanan, dan kini makanan dari restoran waralaba.

>>> 5 Pertanyaan Terbesar dari Trailer Avengers: Doomsday

Di tempat makan bergaya kampus terbaru seperti Bistro 42 di Fort Hood, tentara dengan kartu makan mendapat 'freedom dollars' senilai $39 per hari.

FEED tidak menggunakan freedom dollars, melainkan tentara bisa menggunakan kartu makan untuk membeli menu yang sudah disetujui, kata Tyler.