Sekitar 4.000 tentara yang ditempatkan di Hawaii kini tinggal di barak tanpa pendingin udara sentral akibat kerusakan mekanis di pabrik pengolahan air.

Hanya satu pompa yang tersisa untuk memasok air ke instalasi militer di Oahu utara dan tengah, termasuk Schofield Barracks, Wheeler Army Airfield, dan Helemano Military Reservation.

>>> Bocoran Jadwal Peluncuran Galaxy SmartTag 3

Pompa air bawah tanah di pabrik mulai bermasalah pada 10 Juli, menurut pejabat U. S.

Army Garrison Hawaii.

Akibatnya, sistem pendingin berpendingin air di beberapa barak dimatikan untuk menghemat air.

"Dengan hanya satu pompa sumur dalam yang beroperasi, kami harus mematikan pendingin tersebut untuk menjaga layanan air esensial," kata Nathan Wilkes, juru bicara U.

S. Army Garrison Hawaii.

"Sistem pendingin saja mencakup hampir 40% dari kebutuhan air harian normal."

Perumahan keluarga di pangkalan tidak terpengaruh oleh pemadaman ini.

Tentara diizinkan membuka jendela dan menggunakan kipas angin serta peralatan pendingin lain dari unit mereka.

Wilkes tidak memiliki angka pasti berapa banyak tentara yang menggunakan unit AC portabel.

Cuaca di Oahu diperkirakan cukup sejuk, dengan suhu antara 70 hingga 80 derajat Fahrenheit pada siang hari dan kelembaban yang rendah.

"Para pemimpin di seluruh pasukan sadar akan masalah ini dan terlibat dengan unit mereka untuk memberikan bantuan selama perbaikan berlangsung," ujar Wilkes.

>>> Malaysia Tuan Rumah Konferensi Teknologi Baterai ASEAN 2026

Tentara juga dapat pindah ke fasilitas rekreasi ber-AC seperti ruang konferensi untuk mendinginkan diri di malam hari.

Belum diketahui berapa lama sekitar 4.000 tentara akan tanpa pendingin udara.

Perbaikan pompa yang rusak memerlukan suku cadang khusus yang harus dikirim ke Hawaii, dan setiap pompa harus diuji sebelum dapat beroperasi kembali.