Pompa berada jauh di bawah tanah, sehingga sulit diakses untuk perbaikan, dan mendapatkan pompa cadangan juga terbukti sulit.

"Perbaikan pompa sumur dalam sedang berlangsung, tetapi kami tidak dapat memberikan jadwal pasti saat ini," kata Wilkes.

Penyebab pasti kegagalan pompa belum diketahui, namun usia pompa dan panas ekstrem akibat perbaikan sistem ventilasi diduga menjadi faktor penyebab.

Semua barak dan area pemukiman tetap memiliki akses air minum, toilet, wastafel, dan sistem sanitasi berfungsi normal.

Divisi Infanteri ke-25 juga mengoperasikan empat Sistem Air Portabel Insentif Tinggi untuk menyediakan air bersih bagi kebutuhan rumah tangga.

Upaya konservasi air berlaku untuk semua tentara, keluarga, warga sipil, dan personel militer dari cabang lain yang ditugaskan di pangkalan di wilayah tersebut.

Tentara dan keluarga diminta melapor ke Direktorat Pekerjaan Umum jika melihat sprinkler atau selang menyala selama perbaikan.

"Polisi Militer dan DPW secara aktif menindaklanjuti laporan tersebut," kata Wilkes.

>>> Toyota Innova Tetap Terlaris, Penjualan Juni 2026 Turun 25,4%

"Tindakan konservasi ini membantu menjaga pasokan air yang terbatas selama perbaikan, tetapi hanya personel di barak berpendingin air yang kehilangan AC sentral," pungkasnya.