Malaysia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah ASEAN Battery Technology Conference (ABTC) ke-4. Acara ini akan digelar pada 19-21 Agustus 2026 di Mövenpick Hotel & Convention Centre KLIA, Sepang.

Konferensi ini mempertemukan pelaku industri, pemerintah, akademisi, dan investor. Tujuannya membahas strategi memperkuat ekosistem baterai di kawasan ASEAN.

>>> Toyota Innova Tetap Terlaris, Penjualan Juni 2026 Turun 25,4%

ABTC 2026 diselenggarakan oleh NanoMalaysia Berhad (NMB). Tema yang diangkat adalah Industrialising Battery Technologies: Strengthening ASEAN's Battery Value Chain for Global Competitiveness.

Tema tersebut menyoroti percepatan industrialisasi teknologi baterai. Selain itu, penguatan rantai pasok regional agar mampu bersaing di pasar global.

Penyelenggaraan konferensi ini berlangsung di tengah meningkatnya kebutuhan baterai. Kebutuhan itu meliputi kendaraan listrik, sistem penyimpanan energi, dan teknologi berbasis energi bersih.

Kondisi ini menjadi peluang bagi negara ASEAN untuk memperkuat posisi dalam rantai nilai industri baterai dunia. Sebelumnya, ABTC digelar di Bali, Singapura, dan Phuket.

ABTC kini berkembang menjadi forum regional utama yang mempertemukan pemangku kepentingan industri baterai di Asia Tenggara.

Pembahasan tahun ini fokus pada penguatan kapasitas manufaktur, peningkatan standar keselamatan, kesiapan investasi, integrasi rantai pasok, dan perluasan pemanfaatan teknologi baterai.

Bagi Malaysia, penyelenggaraan ABTC menjadi bagian dari upaya mempercepat transisi menuju energi bersih. Sekaligus memperkuat industri manufaktur berteknologi tinggi.

>>> OJK: Satgas Pasti Berhasil Kembalikan Rp196,9 Miliar Dana Korban Penipuan

Melalui forum ini, negara ASEAN diharapkan bergerak dari riset dan adopsi teknologi menuju komersialisasi. Serta pengembangan industri dalam skala lebih besar.

CEO NMB Group, Prof. (Adj.

) Dr. Rezal Khairi Ahmad, menyatakan kawasan ASEAN memiliki potensi besar di bidang riset, manufaktur, kendaraan listrik, penyimpanan energi, dan ekonomi sirkular.