Namun, potensi itu hanya bisa diwujudkan melalui kolaborasi erat antara pemerintah, industri, peneliti, dan investor.

"Melalui ABTC 2026, kami menyambut pemangku kepentingan regional dan internasional untuk bersama-sama memperkuat industri baterai ASEAN serta meningkatkan daya saing kawasan dalam jangka panjang," ujarnya.

Selama tiga hari, peserta akan mengikuti diskusi kebijakan, sesi teknis, dan forum bisnis.

Kegiatan terbagi dalam tiga tema utama: pengembangan dan keselamatan baterai, pendalaman manufaktur baterai, serta integrasi aplikasi dan pengembangan pasar baterai di ASEAN.

>>> Meutya Ungkap Petani dan IRT Jadi Penampung Rekening Judol, Dibayar Rp500 Ribu

Topik yang dibahas meliputi perkembangan industri baterai ASEAN, standar keselamatan, kebijakan pemerintah, penguatan kapasitas manufaktur, daur ulang dan ekonomi sirkular, hingga inovasi teknologi baterai terbaru.