Hakim Mahkamah Agung Amerika Serikat Amy Coney Barrett mengungkapkan bahwa ia harus mengenakan rompi antipeluru karena ancaman yang diterimanya sebagai hakim agung.

Pengakuan itu disampaikan Barrett dalam sidang subkomite DPR pada Selasa (14/7/2026).

>>> 7 Mahasiswa UNPAM Ciptakan Sistem Jadwal Digital untuk SMP IT Permata Madani

Ia mengatakan ancaman tersebut cukup serius sehingga mendukung kenaikan anggaran keamanan Mahkamah Agung sebesar 10 persen.

Barrett menceritakan bahwa petugas keamanan memberinya rompi antipeluru setelah kebocoran draf putusan Dobbs pada 2022, yang merupakan rancangan opini mayoritas untuk membatalkan Roe v.

Wade.

Putra Barrett yang berusia 12 tahun melihat rompi itu saat dibawa ke rumah.

>>> Lelang Piala Dunia: Jersey Teken, Kostum Shakira, dan Koleksi Eksklusif

Barrett pun harus menjelaskan situasi tersebut kepada anaknya, meskipun ia merasa pembicaraan itu belum sesuai usianya.

Barrett juga mengaku menjadi korban swatting, yaitu laporan palsu tentang suara tembakan di rumahnya. Akibatnya, jalan di depan rumahnya dipenuhi polisi.

Ia bersyukur memiliki polisi Mahkamah Agung di luar rumah yang bisa mengklarifikasi kepada polisi setempat bahwa itu adalah alarm palsu, sehingga polisi tidak mencoba masuk ke rumahnya.

Menurut U. S.

>>> Pertarungan Fans Pecah di Konser Ariana Grande di Atlanta

Marshals Service, sudah ada 370 ancaman terhadap hakim federal sepanjang tahun ini. Barrett dijadwalkan juga memberikan kesaksian di subkomite Senat pada sore hari.