Ketegangan politik mewarnai jelang semifinal Piala Dunia 2026 antara Prancis dan Spanyol.

Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez secara terbuka menyampaikan permintaan maaf atas komentar rasis mantan PM Mariano Rajoy.

>>> Gianni Infantino Digugat ke Komisi Etik IOC karena Dukung Trump

Rajoy sebelumnya menyebut skuad Prancis tidak memiliki orang Prancis asli, yang memicu kecaman luas.

Sanchez menyampaikan permintaan maaf itu di Paris saat peringatan Hari Nasional Prancis, 14 Juli.

Di hadapan pejabat Prancis dan Brigitte Macron, Sanchez menunduk dan berkata, “Saya sangat malu.”

Pernyataan Rajoy sebelumnya dimuat di media Spanyol dan langsung menuai polemik.

Ia mengakui kualitas tinggi Prancis, namun menyebut skuad Les Bleus tanpa orang Prancis, yang dinilai sebagai bentuk xenofobia.

>>> Adian: Kepastian Hukum Kebutuhan Utama Rakyat Lewat Buku Anotasi KUHAP

Reaksi keras datang dari pejabat Prancis. Menteri Dalam Negeri Laurent Nunez menyebut pernyataan itu “benar-benar tidak dapat diterima”.

Menteri Luar Negeri Jean-Noël Barrot menegaskan, “Prancis tidak memiliki warna kulit. Pernyataan sebaliknya adalah kebodohan, rasisme, atau keduanya.”

Pedro Sanchez sendiri telah lebih dulu mengecam komentar tersebut di media sosial.

Ia menyebutnya sebagai pernyataan xenofobik dan menegaskan, “Biarlah yang terbaik menang, dan rasisme yang kalah.”

>>> Neymar Beli Kapal Pesiar Rp423 M usai Brasil Tersingkir di Piala Dunia

Kontroversi ini juga memicu solidaritas dari sejumlah pemain timnas Spanyol yang membela Prancis menjelang laga semifinal.