Departemen Kepolisian Los Angeles (LAPD) membiarkan perjanjian tiga tahun dengan Flock Safety berakhir tanpa diperpanjang.

Keputusan ini diambil karena kekhawatiran yang belum terselesaikan terkait privasi, kebebasan sipil, berbagi data, dan keamanan.

>>> DOJ Selidiki Presiden UAW Shawn Fain, Ia Sebut Tuduhan 'Bogus'

Kamera Flock Safety yang menggunakan teknologi Automatic License Plate Reading (ALPR) telah menjadi sorotan di seluruh Amerika Serikat.

LAPD menjadi salah satu kepolisian terbesar yang menolak memperbarui kontrak dengan perusahaan tersebut.

Menurut LAPD, sistem ini tidak digunakan untuk penegakan imigrasi, dan petugas harus memiliki kasus aktif serta pelatihan yang sesuai sebelum mengakses database.

Namun, kekhawatiran atas kebebasan sipil dinilai lebih besar daripada manfaat memperpanjang perjanjian yang ada.

Alasan LAPD Tidak Memperpanjang Kontrak

Kepala Petugas Informasi LAPD Dean Gialamas mengatakan kepada ABC 7 bahwa kontrak tidak diperpanjang karena masalah serius seputar hak-hak sipil, terutama privasi dan data yang dikumpulkan dari kamera-kamera tersebut.

Keputusan ini tidak berarti kamera Flock akan langsung hilang dari Los Angeles. Banyak kamera dimiliki oleh asosiasi lingkungan, bisnis, dan organisasi lain, bukan oleh kota.

LAPD masih melanjutkan diskusi dengan Flock untuk merundingkan perjanjian revisi dengan bahasa yang lebih kuat tentang privasi, keamanan, retensi data, dan berbagi informasi.

Teknologi Flock telah berulang kali menjadi pusat perdebatan tentang privasi dan pengawasan. Di berbagai wilayah, pengguna yang berwenang dituduh mengakses database pelat nomor secara tidak sah.

>>> Suzuki Siapkan EV Termurah untuk Eropa, Ukuran Kei Car

Peneliti keamanan dan advokat privasi juga menyoroti bagaimana lembaga mengelola akses ke data lokasi kendaraan dalam jumlah besar.