Samsung kembali menjadi sorotan. Kali ini bukan karena produk terbaru, melainkan kebijakan kontroversial di aplikasi Samsung Health.

Perusahaan meminta izin pengguna agar data kesehatan mereka digunakan untuk melatih model kecerdasan buatan (AI).

>>> Profil Trinita Manuel Mantan Duta Pelajar Anti Narkoba Sumut 2025 yang Viral Terekam CCTV Mencuri Barang Rekan Kerja: Umur, Agama dan Akun IG

Jika izin ditolak, pengguna tidak bisa lagi menyinkronkan data ke akun Samsung dan berisiko kehilangan data yang tersimpan.

Opsi Persetujuan Penggunaan Data untuk AI

Sejumlah pengguna menemukan opsi baru di pengaturan Samsung Health bernama “Consent to the Use of Health Data for AI Training and Modelling.”

Melalui opsi tersebut, Samsung meminta izin menggunakan data kesehatan untuk mengembangkan dan menyempurnakan algoritma AI di Samsung Health.

Saat pengguna mencoba menonaktifkan izin, muncul peringatan bahwa sinkronisasi data ke akun Samsung tidak bisa dilakukan.

Data kesehatan yang tersimpan di server cloud juga akan dihapus, kecuali jika harus disimpan sesuai ketentuan hukum.

Dengan kata lain, memilih keluar dari program ini berarti kehilangan fitur backup cloud Samsung Health.

Data yang Akan Digunakan

Samsung menjelaskan data tersebut digunakan untuk meningkatkan kemampuan AI dan machine learning di Samsung Health.

Kategori data yang disebutkan mencakup data tidur, informasi obat-obatan, rekam medis, dan data siklus menstruasi.

>>> Pelaku Teror Bom SDN Srengseng Sawah 15 Ditangkap: Akan Jalani Tes Kejiwaan, Polisi Pastikan Pemulihan Psikologis Siswa Jadi Prioritas

Dalam kondisi tertentu, data dapat ditinjau oleh manusia, baik karyawan Samsung maupun pihak ketiga. Samsung tidak menjelaskan secara rinci proses anonimisasi, sehingga menimbulkan pertanyaan soal privasi.