Departemen Kehakiman AS (DOJ) tengah menyelidiki Presiden United Auto Workers (UAW) Shawn Fain. Ia dituduh menekan pejabat tinggi serikat untuk memberikan tunjangan bagi tunangan dan adik iparnya.

Tuduhan tersebut disampaikan oleh Wakil Presiden UAW Rich Boyer. Boyer mengklaim Fain meminta bonus finansial untuk tunangannya dan kompensasi pekerja untuk adiknya.

>>> Suzuki Siapkan EV Termurah untuk Eropa, Ukuran Kei Car

Boyer menolak permintaan itu. Fain kemudian mencopot Boyer dari jabatannya sebagai kepala negosiator dengan Stellantis.

Fain membantah semua tuduhan. Ia menuding Boyer berusaha memengaruhi pemilihan UAW yang akan datang.

Fain mengatakan hubungannya dengan Boyer memburuk setelah ia menolak permintaan Boyer untuk mempekerjakan anggota keluarganya. Ia juga beralasan pencopotan Boyer karena Stellantis tidak memenuhi janji perekrutan.

>>> Rata-rata Mobil Listrik di China Lebih Muda dari Ponsel Anda

Seorang grand jury federal telah mengeluarkan subpoena kepada pengawas yang ditunjuk pengadilan untuk UAW. Pengawas itu mengatakan telah membuktikan klaim Boyer.

Fain menyebut laporan pengawas itu palsu dan bermotif politik. Ia mengaitkannya dengan sengketa resolusi gencatan senjata Gaza pada Februari 2024.

Kontroversi di tubuh UAW bukan hal baru. Dua mantan presiden, Dennis Williams dan Gary Jones, telah dihukum karena penggelapan.

>>> Pengemudi DoorDash Terlindas Mobil Buron, Tetap Antar Pesanan

UAW setuju memiliki pengawas yang ditunjuk pengadilan untuk menyelesaikan penyelidikan korupsi pada 2020. Pengawas kini menyelidiki tuduhan terhadap Fain.