Angkatan Darat Amerika Serikat telah mengalihkan prioritas produksi senjata api terbarunya dari senapan M7 ke karabin XM8 yang lebih ringan.

Hal ini diungkapkan oleh David Patterson Jr., direktur urusan publik untuk Program Eksekutif Kemampuan Darat Angkatan Darat, kepada Task & Purpose.

>>> Harga Samsung Galaxy F70 Pro Bocor untuk Pasar India

"Jalur produksi telah berubah ke XM8," kata Patterson. M7 dan XM8 merupakan bagian dari program Next Generation Squad Weapon (NGSW) bersama dengan senapan mesin M250.

Ketiga model tersebut menggunakan peluru 6,8 x 51mm yang dirancang untuk memberikan jangkauan lebih jauh.

Angkatan Darat mempersenjatai prajurit yang paling mungkin terlibat dalam kontak tembak jarak dekat.

Patterson menambahkan bahwa Angkatan Darat belum membeli M7 sama sekali pada tahun fiskal ini yang dimulai 1 Oktober.

"Angkatan Darat fokus untuk mempersenjatai Pasukan Kontak Jarak Dekat dengan Senapan M7, Karabin XM8, Senapan Otomatis M250, kendali tembakan, dan keluarga amunisi 6,8mm secepat mungkin," ujar Patterson.

Ia menambahkan bahwa pembelian di masa depan masih bersifat pra-keputusan.

Perubahan Desain Berdasarkan Masukan Prajurit

XM8 mencakup beberapa perubahan berdasarkan masukan prajurit tentang M7, termasuk popor tetap, bantalan popor yang lebih empuk, dan handguard yang lebih kaku untuk optik dan perlengkapan terpasang lainnya.

"Perbedaan utama adalah laras karabin XM8 yang lebih pendek, membuat sistem ini 3,5 inci lebih pendek dan lebih dari satu pon lebih ringan dari senapan M7 yang digunakan," kata Tory Mazzola, wakil presiden komunikasi global Sig Sauer.

>>> Galaxy S25 Ultra Dibanderol Rp 84.999 di India, Diskon 35%

Mazzola menambahkan bahwa keseimbangan, tolak balik, dan ergonomi XM8 yang lebih baik memperluas kemampuan manuver prajurit sambil memberikan tingkat daya mematikan yang sama dengan M7.