Angkatan Darat AS menghabiskan hampir setengah miliar dolar untuk membangun pabrik amunisi di Texas guna mengisi kembali stok peluru artileri 155 mm.

Namun, fasilitas tersebut belum memproduksi satu pun peluru dalam dua tahun, demikian temuan Inspektur Jenderal Pentagon.

>>> Prabowo Terima Luhut dan Jajaran DEN di Hambalang, Bahas Ekonomi dan GovTech

Pabrik di Mesquite, Texas, mulai beroperasi pada 2024 setelah serangkaian kontrak cepat untuk mempercepat produksi peluru yang dikirim ke Ukraina dan memenuhi kebutuhan latihan militer AS.

Targetnya, pabrik ini mampu memproduksi 30.000 peluru 155 mm per bulan pada Oktober 2025.

Namun, hingga Maret 2026, pabrik tersebut belum mengirimkan satu pun peluru. Laporan IG menyebutkan tidak ada pengiriman yang diharapkan sebelum September 2026.

Kontrak Berisiko Tinggi

Laporan IG menyatakan bahwa pengeluaran Angkatan Darat sebesar 469 juta dolar AS untuk pabrik Mesquite seharusnya bisa digunakan untuk prioritas lain.

Laporan itu tidak menyebutkan nama pabrik atau kontraktor, tetapi deskripsi fasilitas tersebut cocok dengan kontrak yang diberikan kepada General Dynamics Ordnance and Tactical Systems yang dibuka pada Mei 2024.

Pabrik Mesquite mencoba memulai lini produksi berisiko tinggi dengan menggunakan mesin lama dari lini produksi artileri sebelumnya. Keputusan ini terbukti fatal.

Seorang pejabat Angkatan Darat mengatakan kepada Kongres pada Februari bahwa pabrik General Dynamics di Mesquite belum memproduksi satu pun peluru dalam hampir dua tahun beroperasi.

Brent Ingraham, Asisten Menteri Angkatan Darat untuk Akuisisi, mengatakan kepada Kongres bahwa ia tidak puas dengan kinerja pabrik tersebut.

Pabrik Mesquite ditugaskan dengan serangkaian kontrak dipercepat pada 2022 dan 2023 untuk memproduksi komponen logam proyektil bagi peluru M795 High Explosive, yang merupakan peluru standar untuk howitzer M777 Angkatan Darat dan Marinir AS.