Departemen Luar Negeri Amerika Serikat merilis laporan baru pada Senin yang menuduh Kuba membangun jaringan aktivisme sayap kiri anti-Amerika di dalam negeri AS.

Laporan berjudul "Kuba: Ibu Kota Komunisme Abad ke-21" itu mengklaim bahwa Havana memiliki hubungan berkelanjutan dengan organisasi Marxis dan memengaruhi gerakan politik domestik utama di AS.

>>> George dan Amal Clooney Kunjungi Capri Saat Liburan di Italia

Pejabat AS menyampaikan tuduhan tersebut di tengah meningkatnya tekanan ekonomi dan blokade minyak yang menargetkan negara pulau itu.

Dokumen tersebut menyoroti beberapa entitas politik AS, termasuk Democratic Socialists of America dan Black Lives Matter, dengan mengutip pernyataan mereka mengenai kebijakan AS-Kuba dan pencabutan embargo ekonomi.

Tuduhan ini muncul saat Presiden Donald Trump mengindikasikan kemungkinan tindakan lebih lanjut terhadap Kuba setelah operasi militer AS baru-baru ini di Venezuela.

"Banyak pergolakan paling signifikan dalam sejarah politik Amerika baru-baru ini—dari kerusuhan George Floyd hingga kebangkitan Antifa hingga ledakan aktivisme pro-teroris di kampus-kampus Amerika—dapat dikaitkan, dalam beberapa cara, dengan pengaruh Kuba," demikian klaim laporan tersebut.

>>> 5 Game Roblox Terbaik di Poki Games: Main Tanpa Download

Para ahli akademis mempertanyakan kerangka sejarah dan kesimpulan yang disajikan dalam publikasi itu.

Michael Bustamante, profesor studi Kuba dan Kuba-Amerika di Universitas Miami, mengatakan perlu waktu lebih untuk mencerna laporan tersebut.

Ia menambahkan bahwa tinjauan awal menunjukkan pernyataan yang meragukan yang mereplikasi cara pemerintah Kuba membingkai oposisi domestik.

>>> Garena Bagi-Bagi Skin Gratis di Kode Redeem FF Free Fire Juli 2026, Ada Skin Blue Lock

Laporan ini menyusul pemutusan pengiriman minyak Venezuela ke Kuba dan kegagalan berulang jaringan listrik di pulau tersebut.