Kuba Hentikan Dialog Diplomatik dengan AS Setelah Sanksi Baru
Perundingan diplomatik antara Kuba dan Amerika Serikat mengalami kebuntuan total setelah gelombang baru sanksi ekonomi Amerika, demikian diumumkan Menteri Luar Negeri Kuba Bruno Rodriguez dalam konferensi pers di Havana pada Selasa.
Kebuntuan ini terjadi meskipun Havana baru saja menyetujui 176 reformasi pasar bebas, yang merupakan perubahan ekonomi terbesar di pulau tersebut sejak revolusi.
>>> Wisconsin Berlakukan Larangan Ponsel di Kelas dan Bebas Pajak Menara Telekomunikasi
Langkah-langkah itu mencakup perluasan peluang bisnis swasta, izin perekrutan tenaga kerja bebas, serta perizinan perbankan swasta dan investasi asing dari warga Kuba yang tinggal di luar negeri.
Rodriguez menegaskan bahwa reformasi ekonomi internal tersebut bukan bagian dari diskusi bilateral dan menolak campur tangan asing terkait kebijakan independen pulau itu.
"Langkah-langkah yang baru diumumkan adalah masalah kedaulatan total dan mutlak," kata Rodriguez.
Menlu menekankan bahwa pemerintah Kuba tidak tertarik pada evaluasi eksternal atas penyesuaian ekonomi domestiknya. "Kami tidak mendengarkan dan tidak tertarik pada pendapat pemerintah AS tentang hal itu," ujarnya.
Ia menyatakan keprihatinan mendalam bahwa penerapan reformasi pasar bebas bertepatan dengan paket baru sanksi ekonomi sepihak dari Washington.
"(Reformasi) itu dihadapi dengan paket baru tindakan koersif sepihak terhadap Kuba," kata Rodriguez.
Perwakilan diplomatik itu mencatat bahwa meskipun perilaku langsung pejabat AS selama pertemuan tetap profesional, lingkungan politik secara keseluruhan semakin bermusuhan.
"Perilaku delegasi pemerintah AS — yang umumnya hormat — disertai dengan ancaman terus-menerus terhadap Kuba, penerapan tindakan koersif, dan pernyataan ofensif mengenai kemerdekaan negara kami," kata Rodriguez.
Rodriguez mengonfirmasi bahwa meskipun terjadi kebuntuan diplomatik, Havana tetap bersedia menjaga saluran komunikasi dengan Washington. Namun, ia mengakui bahwa "diskusi antara pemerintah Kuba dan AS tidak menunjukkan kemajuan."
Update Terbaru
Baca Nano Machine Chapter 318 Sub Indo English Raw Bahasa Indonesia, Yang Terbaik!
Rabu / 01-07-2026, 23:05 WIB
Anak Laki-Laki di Inggris Hanya Mampu Baca Buku Anak-Anak di Bangku SMP
Rabu / 01-07-2026, 20:45 WIB
Daftar Nominasi Blue Dragon Series Awards 2026
Rabu / 01-07-2026, 20:43 WIB
Fans Rilis Port Persona 3 untuk Nintendo DS, Buktikan Peluang Terlewatkan Atlus
Rabu / 01-07-2026, 20:43 WIB
PlayStation Store di PS3 dan Vita Resmi Ditutup, Dimulai Agustus 2026
Rabu / 01-07-2026, 20:43 WIB
Panel LCD Baru untuk Nintendo Switch 2 Ditemukan, Bukan OLED
Rabu / 01-07-2026, 20:43 WIB
Guru Musik Long Island Didakwa Bunuh Ipar Perempuan
Rabu / 01-07-2026, 20:42 WIB
NPR Tarik Laporan Pensiun Hakim Agung AS yang Keliru
Rabu / 01-07-2026, 20:42 WIB
Sam's Club Luncurkan Americana Sundae Edisi Terbatas di Seluruh AS
Rabu / 01-07-2026, 20:42 WIB
Kebangkitan 3DO Setelah 33 Tahun Dipertanyakan, Ada Sengketa Hak Merek
Rabu / 01-07-2026, 20:40 WIB
Wisconsin Berlakukan Larangan Ponsel di Kelas dan Bebas Pajak Menara Telekomunikasi
Rabu / 01-07-2026, 20:40 WIB
NYT Strands Puzzle 850 Hadirkan Tema Petunjuk yang Menantang
Rabu / 01-07-2026, 20:36 WIB
Microsoft Bersiap PHK Ribuan Karyawan di Berbagai Divisi
Rabu / 01-07-2026, 20:36 WIB
Pemerintah AS Resmi Terapkan Sistem Pinjaman Mahasiswa Baru
Rabu / 01-07-2026, 20:36 WIB






