Otoritas federal Amerika Serikat menangkap mantan pejabat Instituto Cubano de Amistad con los Pueblos (ICAP) Carlos Antonio Lloga Dominguez bersama istri dan anaknya pada Rabu, 1 Juli 2026.

Penangkapan dilakukan setelah status hukum keluarga tersebut dicabut.

>>> Boston Bruins Perkuat Lini Pertahanan dengan Clifton dan Harris

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengumumkan penahanan itu melalui platform media sosial X dan komunike resmi Departemen Luar Negeri.

Rubio menyatakan bahwa Lloga Dominguez selama lebih dari satu dekade beroperasi sebagai subversif asing yang terkait dengan kelompok pengaruh utama Kuba dan memiliki koneksi aktif dengan jaringan transnasional.

ICAP sebagai Jaringan Pengaruh Global

Departemen Luar Negeri AS menggambarkan ICAP sebagai inti dari jaringan pengaruh internasional yang mencakup lebih dari 2.000 organisasi di lebih dari 150 negara, yang terkait erat dengan dinas intelijen Kuba.

Presiden ICAP saat ini adalah Fernando Gonzalez Llort, yang diidentifikasi pemerintah AS sebagai mata-mata Kuba yang dihukum dan menjalani 15 tahun penjara atas perannya dalam Jaringan Wasp pada 1990-an.

Rubio merinci operasi strategis jaringan tersebut, menyoroti mekanisme pengaruh jangka panjangnya di kawasan ini.

"Selama beberapa dekade, ICAP telah menjadi kendaraan bagi ekstremisme kiri radikal dan pengaruh asing subversif di Amerika Serikat dan seluruh belahan bumi," kata Rubio dalam pernyataannya.

>>> Panduan Konversi BBM ke Gas untuk Kendaraan: Hemat 50-70% Biaya Bahan Bakar

Menteri Luar Negeri itu juga menegaskan bahwa organisasi tersebut secara aktif bekerja untuk mengompromikan keamanan dalam negeri melalui operasi spionase yang ditargetkan.

Rubio mengeluarkan peringatan langsung mengenai konsekuensi hukum dan finansial bagi individu atau entitas yang berinteraksi dengan lembaga yang masuk daftar hitam tersebut.