Spanyol memastikan gelar juara Piala Dunia 2026 setelah menaklukkan Argentina 1-0 di partai final yang berlangsung di New Jersey, Minggu (19/7) waktu setempat.

Gol kemenangan dicetak oleh Ferran Torres pada menit ke-106 babak perpanjangan waktu. Torres memanfaatkan kelengahan bek Argentina, Giuliano Simeone, yang sedang menyesuaikan kaus kakinya.

>>> Polisi Tangkap Pelaku Serangan Api di Federal Plaza New York

Sepanjang turnamen, Spanyol hanya kebobolan satu gol, catatan terendah yang pernah dicetak oleh juara Piala Dunia. Kiper Unai Simon mencatatkan tujuh clean sheet dan meraih Golden Glove.

La Roja mendominasi penguasaan bola dengan 65%, melepaskan 20 tembakan dengan 12 tepat sasaran.

Sementara Argentina menjadi tim pertama dalam sejarah final Piala Dunia yang tidak mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran selama 90 menit pertama.

Pujian untuk Spanyol

Mantan kapten Inggris Alan Shearer memuji performa Spanyol. "Tidak diragukan lagi tim yang tepat yang menang," ujarnya dalam analisis BBC.

Shearer menambahkan bahwa Spanyol mengontrol permainan dari awal hingga akhir. "Mereka yang terus mencari celah, menciptakan peluang, dan bermain sepak bola sejati."

Pelatih Argentina Lionel Scaloni mengakui keunggulan Spanyol. "Mereka adalah pemenang yang adil, itulah kenyataannya," katanya dalam konferensi pers usai laga.

>>> AS Tuduh Kuba Dorong Aktivisme Politik Kiri di Amerika Serikat

Scaloni menyesalkan kartu merah yang diterima Enzo Fernández pada menit-menit akhir. "Saya ingin melihat apa yang terjadi jika kami tetap dengan 11 pemain."

Insiden tidak sportif terjadi setelah pertandingan, melibatkan Leandro Paredes, Rodri, Gavi, Borja Iglesias, dan Nahuel Molina. Molina memukul Rodri saat perayaan.

Komentator BBC Wayne Rooney mengkritik perilaku tersebut. "Memalukan melihat hal seperti itu setelah pertandingan selesai.

Seseorang baru saja dinobatkan sebagai juara dunia."

Gelandang Spanyol Rodri dan Pau Cubarsi mencatatkan rekor dengan masing-masing menyelesaikan 101 dan 121 operan di final. Cubarsi, 19 tahun, meraih penghargaan pemain muda terbaik turnamen.

Lamine Yamal menjadi pemain termuda ketiga yang tampil di final Piala Dunia, tepatnya pada usia 19 tahun enam hari.

>>> George dan Amal Clooney Kunjungi Capri Saat Liburan di Italia

Pertandingan disaksikan lebih dari 400 pendukung Spanyol di Club España, Newark.