Netflix telah merilis Heartstopper Forever, sebuah film panjang yang menjadi penutup seri adaptasi novel grafis karya Alice Oseman, pada 17 Juli 2026.

Film akhir ini menggambarkan tokoh utama Nick Nelson dan Charlie Spring yang menjalani tahun terakhir mereka di Truham Grammar School sambil bersiap menghadapi transisi menuju dewasa.

>>> Bioskop IMAX Sacramento Dipadati Penonton Film Terbaru Christopher Nolan

Ber durasi dua jam, Heartstopper Forever terbagi dalam empat bagian musim: Autumn, Winter, Spring, dan Summer, ditambah sebuah epilog.

Selain fokus pada hubungan Nick dan Charlie, film ini juga mengangkat perjuangan pribadi para karakter pendukung, termasuk gangguan makan Charlie dan ketegangan hubungan di antara teman-teman mereka.

Pandangan Aktor dan Isu Sosial

Aktor Kit Connor mengungkapkan bahwa ia awalnya membayangkan jalan cerita yang berbeda untuk karakter-karakter remaja tersebut.

"Jika saya yang menentukan, saya akan membuat Nick dan Charlie saling berselingkuh dan melakukan semua hal bodoh itu," ujar Kit Connor.

"Karena anak muda melakukan itu dan tidak perlu selalu disalahkan."

>>> Guido Pizarro Minta Disiplin Usai Tigres Kalah dari Tijuana

Produksi ini juga menyentuh isu sosial politik terkini yang memengaruhi komunitas LGBTQ+ melalui dialog para karakternya.

Karakter Elle berkata, "Pemerintah mengambil hak-hak saya dan semua yang kami perjuangkan. Jika saya beberapa tahun lebih muda, saya bahkan tidak akan bisa mendapatkan penghambat hormon secara legal."

Sementara karakter utama merenungkan masa depan, anggota kelompok lainnya berbagi perspektif unik tentang hubungan mereka sendiri.

Tori mengatakan, "Mungkin kebersamaan kami tidak sama dengan kebersamaan kalian, atau kebersamaan yang normal. Tapi ini milik kami, dan kami bahagia dengannya."

>>> Cara Praktis Dapat Penghasilan Tambahan dari Internet di 2026

Film ini mengakhiri perjalanan seri di Netflix dengan fokus menyelesaikan kisah kelompok sekolah menengah atas saat mereka bersiap berangkat ke universitas dan seterusnya.