“Dari proses due diligence dan evaluasi yang berjalan, kami menemukan berbagai persoalan keuangan dan tata kelola yang telah terakumulasi selama bertahun-tahun.

Kami juga menerima laporan serta menemukan indikasi berbagai penyimpangan, termasuk dugaan rekayasa keuangan, yang saat ini sedang ditindaklanjuti melalui mekanisme audit dan investigasi sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Rohan.

Menurut Danantara, seluruh temuan akan ditindaklanjuti sesuai prosedur profesional dan ketentuan hukum.

Holding BUMN itu juga tengah menyiapkan kepemimpinan baru untuk melanjutkan restrukturisasi Pos Indonesia yang menjadi salah satu perusahaan jangkar dalam Holding BUMN Logistik.

Fitch juga memangkas Standalone Credit Profile (SCP) Pos Indonesia menjadi c(idn) dari sebelumnya bbb(idn).

Lembaga pemeringkat menilai meski Pos Indonesia berafiliasi dengan pemerintah, potensi dukungan luar biasa tidak lagi menjadi faktor penentu peringkat karena perusahaan menghadapi tekanan likuiditas akut dan risiko gagal bayar jangka pendek.

Pos Indonesia menyatakan penurunan peringkat oleh Fitch tidak berdampak signifikan terhadap kegiatan operasional maupun kelangsungan usaha perseroan.

>>> Profil Slavko Vincic: Wasit Final Piala Dunia 2026 Argentina vs Spanyol yang Menangis Haru Saat Ditunjuk FIFA

Perusahaan menegaskan peringkat kredit merupakan opini independen lembaga pemeringkat berdasarkan analisis atas profil kredit perusahaan.