Pos Indonesia Gandeng KPK Perkuat Budaya Antikorupsi dan Tata Kelola Perusahaan
PT Pos Indonesia (Persero) terus memperkuat implementasi tata kelola perusahaan yang baik (GCG) dan budaya antikorupsi di lingkungan perusahaan.
Sebagai bagian dari komitmen tersebut, Pos Indonesia menyelenggarakan kegiatan Sharing Expert bertajuk "Pertanggungjawaban Pidana Korporasi dalam Bingkai Business Judgment Rule (BJR)".
>>> Panen Tebu di PG Semboro Jember, PT SGN Tegaskan Komitmen Dukung Swasembada Gula
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman jajaran pimpinan terhadap aspek hukum korporasi, khususnya terkait penanganan tindak pidana korupsi yang melibatkan korporasi.
Corporate Secretary Pos Indonesia, Iwan Gunawan, mengatakan melalui forum ini peserta memperoleh pemahaman komprehensif mengenai konsep Business Judgment Rule (BJR).
BJR menjadi landasan pengambilan keputusan bisnis yang dilakukan secara profesional, beritikad baik, dan sesuai ketentuan hukum.
"Peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai pertanggungjawaban pidana korporasi, mitigasi risiko hukum, serta langkah-langkah pencegahan tindak pidana korupsi dalam tata kelola perusahaan," jelas Iwan, Kamis (9/7/2026).
Menurutnya, penguatan budaya integritas merupakan pondasi penting dalam mendukung transformasi perusahaan. Terlebih saat ini keterbukaan informasi menjadi hal utama untuk menuju perusahaan yang mengedepankan prinsip GCG.
>>> Ekspor ke Armenia Melonjak 83 Persen, Indonesia Jajaki Kerja Sama Industri Baru di INNOPROM 2026
"Pos Indonesia berkomitmen menjalankan seluruh proses bisnis secara profesional, transparan, dan akuntabel.
Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan setiap pemimpin memahami aspek hukum dalam setiap pengambilan keputusan bisnis," ujar Iwan.
Kolaborasi dengan KPK menjadi langkah strategis dalam memperkuat sistem pengendalian internal dan membangun budaya antikorupsi yang berkelanjutan.
Dengan meningkatnya pemahaman pimpinan terhadap tata kelola dan risiko hukum, perusahaan optimistis mampu menghadirkan layanan publik yang semakin terpercaya, profesional, dan berintegritas.
>>> iPhone 18 Pro Max: Biaya Produksi Naik, Margin Tetap Tertekan Meski Harga Naik $200
Kegiatan ini juga diharapkan mendorong penerapan prinsip GCG, memperkuat implementasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) ISO 37001, serta membangun lingkungan kerja bebas dari korupsi, suap, dan fraud.
Update Terbaru
Developer Tolak Klaim Pengembang Bahast soal AI: 'Saya Nganggur tapi Tetap Bikin Aset Manual'
Jumat / 10-07-2026, 01:14 WIB
Kakao Ent. Luncurkan Sekuel Tomb Raider King di Webtoon dan Web Novel
Jumat / 10-07-2026, 01:14 WIB
Pengaruh Fire Emblem Sangat Kental dalam Brigandine Abyss
Jumat / 10-07-2026, 01:14 WIB
Tadej Pogacar Kukuhkan Dominasi dengan Kemenangan di Stage Enam Tour de France 2026
Jumat / 10-07-2026, 01:09 WIB
Jofra Archer Kembali Bikin Repot Vaibhav Sooryavanshi di T20 Keempat
Jumat / 10-07-2026, 01:09 WIB
Xiaomi HyperOS 4 Resmi Rilis Agustus 2026, Bawa Peningkatan Performa 40%
Jumat / 10-07-2026, 01:08 WIB
Universal Evo Token Crate di Free Fire MAX Kini Hanya 4 Diamond
Jumat / 10-07-2026, 01:08 WIB
Pendaftaran Turnamen FF Jogja Dibuka, Hadiah Makan Gratis Menanti
Jumat / 10-07-2026, 01:08 WIB
Update AI Global 9 Juli 2026: GPT-5.6, Claude Fable 5, dan Grok 4.5
Jumat / 10-07-2026, 01:08 WIB
Google Home Speaker Alami Gangguan Setup, Update Segera Hadir
Jumat / 10-07-2026, 01:07 WIB
11 Game Penghasil Saldo DANA Terpercaya 2026, Cair Langsung
Jumat / 10-07-2026, 01:07 WIB
Cara Efektif Menghemat 10 GB Kuota Internet di HP Android Agar Tetap Awet Sepanjang 2026
Jumat / 10-07-2026, 01:07 WIB
Savannah Guthrie Absen dari 'Today' karena Liburan Keluarga, Bukan Kasus Ibu
Jumat / 10-07-2026, 01:07 WIB
Mencoba WSL Containers di Windows 11: Bisakah Gantikan Docker di WSL?
Jumat / 10-07-2026, 01:04 WIB







