Mendagri juga memberikan perhatian terhadap penyelesaian persoalan batas wilayah antardaerah yang masih menjadi pekerjaan rumah di sejumlah wilayah.

>>> Iran Ancam Tutup Selat Bab Al Mandab, Target Cekik Ekonomi Global

"Pak Menteri meminta Bapak-Ibu untuk juga memberikan atensi kepada persoalan-persoalan batas daerah, kabupaten, kota, dan desa, dan lain-lain.

Ini kita ingin selesaikan secara dicicil oleh teman-teman di Adwil. Nah itu arahan dari Pak Menteri yang harus saya sampaikan," terang Bima.

Ia juga mengingatkan agar pemenuhan Standar Pelayanan Minimal tidak mengalami penurunan meskipun ada penyesuaian Transfer ke Daerah.

Para kepala daerah diminta menghindari kinerja rendah dan terus mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik.

Menurut Bima, kepala daerah saat ini perlu menjadi pemimpin transformasional yang mampu menghadirkan perubahan melalui inovasi dan kolaborasi.

Kemampuan ini dinilai sangat penting di era dengan tantangan yang kompleks.

Ia merinci lima tantangan utama kepala daerah saat ini: dinamika geopolitik global, pengawalan program prioritas nasional, pemenuhan janji kampanye, perkembangan algoritma media sosial, serta risiko persoalan hukum yang perlu diantisipasi.

"Kami berharap sekali di forum ini Gubernur Kaltim sebagai Ketua bisa terus menginspirasi best practices masing-masing yang transformer itu, dijadikan contoh bagi yang underperformer," tambah dia.

Bima juga mengingatkan para kepala daerah agar berfokus pada upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi guna mendukung keberhasilan program prioritas.

Mengutip pemikiran ekonom peraih Nobel Robert E. Lucas Jr., ia menekankan bahwa pembangunan tidak hanya bertumpu pada investasi fisik maupun teknologi.

Pembangunan juga memerlukan penguatan sumber daya manusia melalui pendidikan, pelatihan, dan inovasi. Pengembangan kualitas manusia perlu menjadi prioritas pemerintah daerah.

"Jadi mari kita sama-sama belajar dan kuatkan bagaimana membangun ekosistem di sini," tandas Bima.

>>> Prajogo Pangestu Ajukan Penawaran Akuisisi Perusahaan Panas Bumi Filipina Rp89 T

Raker ini turut dihadiri oleh Gubernur Kalimantan Timur sekaligus Ketua Umum APPSI Rudy Mas'ud, Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal, serta para gubernur dari berbagai provinsi atau yang mewakili, beserta pengurus dan dewan pakar APPSI.