Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus mengajak seluruh kepala daerah untuk memperkuat kemitraan strategis dengan berbagai pemangku kepentingan.

Ajakan ini disampaikan dalam rangka mendukung program Asta Cita.

>>> Spanyol ke Final Piala Dunia, Rumah Lamine Yamal Jadi Sasaran Maling

Pernyataan tersebut disampaikan Wiyagus saat memberikan sambutan pada Upacara Pembukaan Kursus Pemantapan Pemimpin Daerah (KPPD) di Lapangan Tengah Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), Jakarta, Rabu (15/7).

Menurut Wiyagus, kepala daerah merupakan aktor utama pembangunan nasional di wilayahnya. Mereka bukan sekadar pelaksana kebijakan, melainkan pemimpin yang mampu mengorkestrasi seluruh sumber daya pembangunan secara optimal.

Peran tersebut hanya dapat dijalankan secara optimal melalui sinergi yang kuat dengan berbagai pihak.

Kemitraan antara pemerintah pusat dan daerah, DPRD, Forkopimda, dunia usaha, perguruan tinggi, media, maupun masyarakat menjadi prasyarat penting dalam mewujudkan pembangunan yang efektif.

"Keberhasilan pembangunan nasional ini sangat ditentukan oleh kemampuan kita untuk membangun kemitraan strategis yang dilandasi oleh visi yang sama, misi yang sama.

Kemudian pembagian peranan yang jelas, kombinasi yang efektif, dan komitmen untuk mencapai hasil yang benar-benar terukur," katanya.

Lima Pilar Kemitraan Strategis

Wiyagus menjelaskan terdapat lima pilar kemitraan strategis yang perlu dibangun. Pertama, kemitraan vertikal antara pemerintah pusat dan daerah.

Kedua, kemitraan horizontal antarpemerintah daerah. Ketiga, kemitraan dengan DPRD dan Forkopimda.

Keempat, kemitraan dengan dunia usaha dan sektor swasta. Kelima, kemitraan strategis dengan media.

>>> Hal Williams, Pemeran Smitty di 'Sanford and Son', Meninggal di Usia 91

"Kemitraan strategis pada akhirnya bukan hanya tentang bekerja sama yang harus dipahami, tetapi tentang menciptakan nilai bersama, creative public value.