Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Agustina Arumsari mengungkapkan bahwa Presiden RI Prabowo Subianto tidak menutup kemungkinan pelibatan kantin sekolah dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pernyataan itu disampaikan Agustina di Istana Kepresidenan Jakarta pada Rabu (15/7). Ia mengatakan Prabowo memberikan lampu hijau untuk mengkaji skema alternatif tersebut.

>>> 4 Fakta Menarik Kemenangan Argentina atas Inggris di Semifinal Piala Dunia 2026

"Pak Presiden pun tadi mengatakan 'Silahkan dikaji kalau ada alternatif yang lain, boleh'. Jadi jangan hanya itu satu-satunya pilihan untuk memberikan skema pelaksanaannya," ujar Agustina.

Meski demikian, Agustina menegaskan bahwa saat ini skema pelaksanaan MBG masih mengacu pada Peraturan Presiden No. 115 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Program MBG.

Skema yang berlaku adalah melalui Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG).

Ia menekankan bahwa pemerintah tidak menutup opsi lain, namun Prabowo meminta setiap keputusan dikaji secara matang.

>>> Tertatih-tatih, Argentina Sampai Juga ke Final Piala Dunia 2026

"Tapi kembali lagi beliau minta setiap pilihan kebijakan, kaji dengan baik apa dasarnya dan sebagainya. Nanti datang lagi ke beliau sampaikan progres untuk kita putuskan," jelasnya.

Menko Pangan Minta Waktu Sebulan

Pada kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyatakan pemerintah akan menyelesaikan persoalan dalam pelaksanaan MBG dalam waktu satu bulan.

Zulhas mengatakan akan mengkaji secara mendalam hambatan dan penyalahgunaan yang terjadi. Hasil kajian akan dilaporkan kepada Prabowo sebelum langkah selanjutnya diambil.

"Tadi mengenai MBG akan menyelesaikan persoalan-persoalan yang selama ini menjadi hambatan atau penyalahgunaan. Kami minta waktu satu, satu bulan.

>>> Menkop: Semua Koperasi Boleh Kelola Tambang, Tak Hanya Kopdes

Ya, satu bulan lagi. Satu bulan untuk menyelesaikan, merapikan," kata Zulhas.