Eks Jampidsus Disebut Algojo Jokowi, Bakom Balas: Akan Dilawan Prabowo
Pernyataan yang menyebut mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah sebagai "algojo" Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) mendapat tanggapan dari Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah.
Alih-alih membahas sosok Febrie, pemerintah justru menegaskan komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam memberantas korupsi.
>>> Edifier R1000TC II: Speaker Desktop dengan Bluetooth 6.0 dan Output 42W
Deputi III Bakom Kurnia Ramadhana menegaskan praktik kejahatan yang merugikan keuangan negara akan terus menjadi sasaran pemerintah.
"Akan dilawan terus-menerus oleh Presiden Prabowo Subianto," tegas Kurnia dalam tayangan YouTube Rakyat Bersuara.
Kurnia juga membantah anggapan bahwa Kejaksaan Agung memiliki satu sosok yang layak disebut sebagai "algojo" pemberantasan korupsi.
Menurutnya, keberhasilan penegakan hukum merupakan hasil kerja seluruh insan Korps Adhyaksa.
"Tadi disebut ada diksi algojo pemberantasan korupsi di Kejaksaan Agung. Dan pemerintah menganggap, algojo di Kejaksaan Agung itu bukan satu orang.
Algojo pemberantasan korupsi di Kejaksaan Agung adalah 12.000 orang jaksa di seluruh Indonesia," katanya.
>>> Viral, Pengantin di Ekuador Jadikan Anjing Peliharaan Saksi Resmi Pernikahan
Ia menegaskan Kejaksaan Agung merupakan institusi yang lebih besar daripada figur siapa pun. Karena itu, agenda pemberantasan korupsi diyakini akan tetap berjalan tanpa bergantung pada sosok tertentu.
"Jadi kerja kolektif ini yang kami yakini tidak akan berhenti siapa pun pimpinannya, siapa pun Jampidsusnya, siapa pun Jaksa Agung-nya," ujarnya.
Pernyataan Bakom tersebut muncul usai Praktisi Intelijen Kolonel (Purn) Sri Radjasa Chandra sebelumnya mengaitkan Febrie Adriansyah dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).
Dalam tayangan YouTube Obor Rakyat Reborn, Radjasa mengklaim Jokowi pernah menjadikan Febrie sebagai "algojo" ketika masih menjabat sebagai Jampidsus.
"Jokowi pernah merasakan bagaimana ketika Jampidsus Febrie menjadi algojo-nya, begitu luar biasanya, begitu sadisnya dia, dia lakukan artinya permintaan Jokowi, ada kepentingan politik disana dalam rangka merebut Golkar, sikat," ungkap Radjasa.
Meski demikian, Bakom menegaskan pemerintah tidak sependapat dengan penyematan istilah tersebut.
>>> Argentina Singkirkan Inggris, Istri Messi Tampil Pakai Jersey Crop Top
Menurut pemerintah, pemberantasan korupsi merupakan kerja kolektif ribuan jaksa di seluruh Indonesia dan akan terus dijalankan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Update Terbaru
Daftar Rating TV per Kamis, 17 Juli 2026: TV Konvensional Bungkam Prediksi, Indosiar dan SCTV Saling Sikut di Puncak!
Kamis / 16-07-2026, 10:28 WIB
Ronald van der Kemp Ubah Limbah Jadi Couture di Jalanan Paris
Kamis / 16-07-2026, 10:14 WIB
Jepang Minta Bantuan AS dan Sekutu Bentuk Badan Intelijen Terpusat
Kamis / 16-07-2026, 10:14 WIB
Argentina ke Final Piala Dunia 2026, Messi dan Enzo Tunjukkan Reaksi Berbeda
Kamis / 16-07-2026, 10:14 WIB
Harga BBM Malaysia Lebih Murah dari Arab Saudi dan Qatar, Kok Bisa?
Kamis / 16-07-2026, 10:11 WIB
IHSG Menguat ke Level 6.068 Pagi Ini
Kamis / 16-07-2026, 10:11 WIB
Argentina ke Final, Lautaro Sudah Punya Firasat Cetak Gol
Kamis / 16-07-2026, 10:11 WIB
Joe Flacco Kritik Shedeur Sanders Soal Visor Helm di Netflix Series
Kamis / 16-07-2026, 10:08 WIB
Marcello Hernández Ledek Tiger Woods dan Belichick di ESPYs 2026
Kamis / 16-07-2026, 10:07 WIB
Penyebab Kematian Bintang 'Jurassic Park' Sam Neill Terungkap
Kamis / 16-07-2026, 10:07 WIB
Minim Murid SD Negeri di Tengah Kota Semarang, Apa Sebabnya?
Kamis / 16-07-2026, 10:07 WIB
Sains Ungkap Alasan Messi Sering 'Bengong' di Tengah Pertandingan
Kamis / 16-07-2026, 10:07 WIB
Tuchel Akui Kesalahan Ganti Dua Pemain Sebelum Comeback Argentina
Kamis / 16-07-2026, 10:07 WIB







