Menurut penelitian itu, pujian yang berfokus pada usaha menghasilkan pencapaian yang lebih baik.

Sementara berdasarkan penelitian Carol Dweck dari Stanford menjelaskan bahwa pujian terhadap proses dapat menumbuhkan growth mindset atau pola pikir bertumbuh.

>>> Spanyol Ukir Rekor Bersejarah usai Bekuk Prancis, Makin Dekat Kawinkan Gelar Euro dan Piala Dunia

Anak yang hanya dipuji karena dianggap pintar bisa merasa takut ketika menghadapi tantangan.

Sebaliknya, anak yang diapresiasi karena terus berusaha akan memahami bahwa kemampuan dapat berkembang melalui latihan dan ketekunan.

3. Membiasakan anak mencari solusi atas masalahnya.

Sebagai orang tua, wajar jika ingin segera membantu anak. Namun, melakukan semuanya untuk mereka justru dapat mengurangi kesempatan belajar.

Cobalah memberi pertanyaan yang memancing anak berpikir, dorong mereka mencari solusi sendiri, izinkan melakukan kesalahan kecil, lalu dampingi saat mereka belajar memperbaikinya.

Ketika anak berhasil mengatasi masalah dengan usahanya sendiri, rasa percaya dirinya akan tumbuh karena ia menyadari kalau dirinya sanggup menghadapi tantangan.

4. Menjadi contoh sikap percaya diri bagi anak.

Anak belajar lebih banyak dari apa yang mereka lihat dibandingkan apa yang mereka dengar. Maka itu, orang tua perlu menunjukkan sikap positif saat menghadapi berbagai tantangan.

Misalnya, Anda tetap tenang ketika mengalami kegagalan atau memperlihatkan cara menyelesaikan masalah dengan baik. Cara menangani masalah secara tak langsung bakal ditiru oleh anak.

5. Memberikan kesempatan anak untuk memilih.

Kepercayaan diri berkembang ketika anak diberi kesempatan untuk mengambil keputusan sesuai usianya.

Misalnya biarkan si anak memilih pakaian, menentukan buku yang ingin dibaca, atau memutuskan tugas mana yang akan dikerjakan terlebih dahulu.

Pengalaman sederhana itu membantu anak merasa jika pendapat dan keputusannya berarti. Mereka juga belajar menghadapi konsekuensi dari pilihan yang dibuat.

>>> Moncer di Moto3, Hakim Danish Banjir Minat dari Tim Moto2

Di sisi lain, bila orang tua selalu mengambil alih, anak akan lebih bergantung pada arahan dan persetujuan orang lain.