Banyak orang tua ingin melindungi anak dari kesulitan. Namun, terlalu sering turun tangan justru bisa menghambat perkembangan mental mereka.

Psikiater Daniel Amen mengatakan bahwa salah satu kesalahan terbesar orang tua adalah melakukan terlalu banyak hal untuk anak.

>>> Apple Arcade Hadirkan Madden NFL 27 Arcade Edition dan Dua Game NFL Retro Bowl

Kebiasaan ini membuat anak kurang tangguh menghadapi tantangan hidup.

"Orang tua sering kali melakukan terlalu banyak hal untuk anak-anak mereka, sehingga menghasilkan anak yang lemah secara mental," ujar Amen dalam podcast Built Different, dikutip CNBC Make It.

Amen mencontohkan kebiasaan seperti mengerjakan tugas sekolah anak agar nilainya bagus atau selalu memenuhi keinginan anak untuk menghentikan tantrum.

Tindakan tersebut mengurangi kesempatan anak belajar bertanggung jawab dan menyelesaikan masalah.

Penelitian menunjukkan bahwa anak dengan ketahanan mental yang baik cenderung menjadi orang dewasa yang lebih bahagia dan sukses.

Amen menerapkan prinsip ini pada anaknya. Ketika anak lupa membawa pekerjaan rumah ke sekolah, ia tidak mengantarkannya.

Begitu pula saat anak lupa jaket di hari dingin meski sudah diingatkan.

"Saat anak berkata, 'Aku bosan', jangan langsung mencarikan hiburan. Katakan saja, 'Kira-kira apa yang akan kamu lakukan untuk mengatasinya?'"

ujarnya.

Terlalu sering membantu anak justru berdampak negatif pada rasa percaya diri mereka.

>>> Motorola Edge 70 Max Resmi di India: Snapdragon 8 Gen 5, Baterai 7100 mAh

"Jika Anda melakukan terlalu banyak hal untuk anak, Anda meningkatkan harga diri Anda dengan cara mencuri harga diri mereka.

Ketangguhan mental terbentuk ketika seseorang belajar menyelesaikan masalahnya sendiri," kata Amen.

Empati Tetap Diperlukan