Orang tua memegang peranan penting dalam membentuk karakter anak di rumah. Setiap kebiasaan yang dilakukan dapat memberikan pengaruh terhadap tumbuh kembang si kecil.

Hal ini juga berlaku dalam membangun rasa percaya diri anak. Sikap dan kebiasaan yang diperlihatkan orang tua setiap hari dapat memengaruhi cara anak memandang dirinya sendiri.

>>> BNI: Kasus KUR Jember Berawal dari Laporan Internal pada 2024

Anak yang memiliki rasa percaya diri umumnya lebih berani mengungkapkan pikiran dan perasaannya. Tak hanya itu, mereka cenderung lebih berani mencoba hal-hal baru tanpa takut gagal.

Karena itu, sebagai orang tua, penting untuk membiasakan sikap-sikap positif di rumah. Pasalnya, kebiasaan orang tua kerap menjadi contoh yang akan ditiru oleh anak.

Kebiasaan Orang Tua yang Membentuk Anak Percaya Diri

Bagaimana cara membentuk anak yang percaya diri? Berikut beberapa kebiasaan orang tua yang dapat membantu, dirangkum dari Times of India dan berbagai sumber lainnya.

1. Menciptakan suasana rumah yang hangat dan penuh dukungan.

Anak mampu merasakan suasana emosional di rumah jauh sebelum mereka memahami nasihat panjang lebar.

Penelitian menunjukkan bahwa pola asuh yang efektif mencakup sikap hangat, respons yang konsisten, rutinitas yang teratur, aturan rumah yang jelas, serta disiplin yang tidak keras.

Kombinasi tersebut membantu perkembangan emosional, perilaku, kemampuan berpikir, hingga keterampilan sosial anak.

Sederhananya, kehangatan membuat anak merasa, 'Aku aman di sini'. Rasa aman inilah yang menjadi dasar tumbuhnya kepercayaan diri.

2. Mengapresiasi usaha, bukan hanya kepintaran.

Mengatakan 'Kamu memang pintar' memang bisa membuat anak senang sesaat.

Tapi, penelitian dari American Psychological Association (APA) dan Stanford University menggambarkan, memuji usaha, strategi, ketekunan, dan perkembangan anak jauh lebih efektif.