Pengakuan Don Ritto: Febrie Adriansyah Diklaim Jadi Korban Pencatutan Nama oleh 'Boboho'

Pengacara Don Ritto, Handika Honggowongso, menyampaikan klaim baru terkait perkara dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang menyeret eks Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah.
Menurut Handika, kliennya meyakini banyak nama pejabat dicatut oleh Ferry Yanto Hongkiriwang alias Ferry "Boboho". Pejabat-pejabat itu berasal dari berbagai kalangan, termasuk Febrie Adriansyah.
>>> Sosok 'Boboho' di Kasus Febrie Adriansyah, Pernah Dipanggil Polisi Soal Penculikan Anggota Densus 88
"Banyak yang dicatut," ujarnya, dikutip Rabu (15/7).
Handika memberi gambaran bahwa dugaan pencatutan nama pejabat telah berlangsung terhadap lebih dari satu orang, meski ia tidak menjelaskan secara rinci siapa saja yang dimaksud.
Ia juga membantah tudingan bahwa kliennya menerima uang dari Febrie. Namun di sisi lain, ia menyebut kliennya memang mengenal sosok Ferry Boboho.
Don Ritto dan Ferry diklaim pernah menjadi rekan bisnis. Namun kerja sama tersebut, menurutnya, telah berakhir jauh sebelum perkara ini mencuat.
"Pernah ada kerja sama tapi dia mundur, sudah lama itu," katanya.
Ferry Boboho Belum Diperiksa
Diketahui, Ferry "Boboho" belum pernah dipanggil sebagai saksi oleh Kepolisian Republik Indonesia (Polri).
>>> Iran Sepakat dengan Trump soal Kompensasi Keamanan Selat Hormuz
Padahal sosok tersebut disebut-sebut sebagai tokoh sentral dalam dugaan kasus korupsi dan TPPU yang menjerat Febrie Adriansyah.
Penyidik sendiri telah merencanakan pemeriksaan terhadap Ferry. Namun hal itu terjadi sebelum penanganan perkara dialihkan ke Kejaksaan Agung.
Dengan pelimpahan tersebut, pemeriksaan terhadap sosok itu kini menjadi kewenangan penyidik Kejaksaan Agung.
Polri sendiri telah menetapkan dua tersangka, yakni Febrie Adriansyah dan Don Ritto.
Kasus tersebut berkaitan dengan dugaan korupsi dan TPPU dalam penanganan perkara Asabri, proyek batu bara, serta PT Krakatau Steel.
>>> Iran Sindir Rencana Trump Terapkan Biaya Upeti di Selat Hormuz
Hingga kini, penyidikan masih terus berlanjut untuk menelusuri peran setiap pihak berdasarkan alat bukti yang dimiliki penyidik.
Update Terbaru
New York Jadi Negara Bagian Pertama AS yang Larang Pusat Data AI
Rabu / 15-07-2026, 03:04 WIB
Bintang 'RHOA' Kelli Potter Terancam Penyitaan Rekening Bank Akibat Utang Ratusan Juta
Rabu / 15-07-2026, 03:04 WIB
50 Cent Minta Gugatan Mantan Karyawan Ditolak, Sebut Media Stunt
Rabu / 15-07-2026, 03:01 WIB
Masalah Kesehatan Bill Cosby Halangi Proses Deposisi
Rabu / 15-07-2026, 03:01 WIB
Geno Smith Bantah Tuduhan Penganiayaan, Klaim Perempuan Coba Curi Perhiasan Rp320 M
Rabu / 15-07-2026, 03:00 WIB
Penggugat Stefon Diggs Balas Cardi B yang Ragukan Tuduhannya
Rabu / 15-07-2026, 03:00 WIB
Semifinal Piala Dunia 2026: Mikel Oyarzabal Bawa Spanyol Unggul 1-0 atas Prancis
Rabu / 15-07-2026, 03:00 WIB
Rodrigo De Paul Antusias Hadapi Inggris di Semifinal Piala Dunia 2026
Rabu / 15-07-2026, 03:00 WIB
Biaya Setup Heist Baru GTA Online Setara Dua Kopi GTA 6
Rabu / 15-07-2026, 03:00 WIB
Analis Peringatkan Ancaman 'AI Vibe Coding' di Steam: Game Bagus Bisa Dikloning dan Terkubur
Rabu / 15-07-2026, 02:59 WIB
Liverpool dan Arsenal Buru Bradley Barcola di Tengah Sikap PSG yang Berubah
Rabu / 15-07-2026, 02:59 WIB
Toyota Corolla Hatchback 2027: Layar Lebih Besar, Tapi Varian FX Dihapus
Rabu / 15-07-2026, 02:59 WIB
Mbah Lanjar Terancam Kehilangan Rumah Akibat Dugaan Mafia Tanah
Rabu / 15-07-2026, 02:56 WIB
Manchester United Resmi Kontrak Youri Tielemans dari Aston Villa
Rabu / 15-07-2026, 02:56 WIB







