Iran Sepakat dengan Trump soal Kompensasi Keamanan Selat Hormuz

Pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengenai pengenaan biaya kepada kapal yang melintasi Selat Hormuz mendapat respons tak terduga dari Iran.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan sepakat dengan satu prinsip yang disampaikan Trump. Ia setuju bahwa pihak yang menjamin keamanan pelayaran memang layak memperoleh kompensasi.
>>> Iran Sindir Rencana Trump Terapkan Biaya Upeti di Selat Hormuz
"Presiden Amerika Serikat benar sekali.
Siapa pun yang menyediakan jalur pelayaran yang aman dan menjamin kapal-kapal komersial melintas Selat Hormuz harus diberi kompensasi atas jasanya," ungkap Araghchi, dikutip Rabu (15/7).
Meski mengakui prinsip tersebut, Araghchi menegaskan bahwa pengendalian jalur perdagangan di wilayah itu tetap berada di tangan Iran.
Menurutnya, posisi tersebut telah diakui dalam nota kesepahaman yang ditandatangani Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Juni 2026.
AS Akan Ambil Alih Pengamanan dan Terapkan Tarif
Pernyataan Araghchi menjadi respons atas kebijakan baru Amerika Serikat.
>>> Redmi Note 17 Pro Resmi di China: Baterai 9.000 mAh dan Ketahanan Kelas Flagship
Washington mengklaim akan mengambil alih operasi pengamanan di Selat Hormuz dan memungut biaya sebesar 20 persen terhadap kapal-kapal kargo yang melintas.
Trump juga menyatakan negara-negara yang menikmati keamanan jalur perdagangan itu harus membayar kepada Amerika Serikat. "Kita akan menjaganya.
Kita akan dibayar untuk menjaganya—sejumlah besar uang. Kita ingin mendapatkan penggantian biaya karena telah menempatkan orang-orang kita dalam bahaya," kata Trump.
Selain mengumumkan tarif baru, Trump juga menyatakan pihaknya kembali memberlakukan blokade terhadap kapal-kapal yang keluar maupun masuk ke pelabuhan milik Iran.
>>> Stan Wawrinka Hadapi Jaime Faria di ATP Swiss Open Gstaad
Kebijakan tersebut mulai diterapkan pada hari ini dan menjadi babak baru dalam ketegangan kedua negara terkait penguasaan salah satu jalur perdagangan energi paling strategis di dunia.
Update Terbaru
New York Jadi Negara Bagian Pertama AS yang Larang Pusat Data AI
Rabu / 15-07-2026, 03:04 WIB
Bintang 'RHOA' Kelli Potter Terancam Penyitaan Rekening Bank Akibat Utang Ratusan Juta
Rabu / 15-07-2026, 03:04 WIB
50 Cent Minta Gugatan Mantan Karyawan Ditolak, Sebut Media Stunt
Rabu / 15-07-2026, 03:01 WIB
Masalah Kesehatan Bill Cosby Halangi Proses Deposisi
Rabu / 15-07-2026, 03:01 WIB
Geno Smith Bantah Tuduhan Penganiayaan, Klaim Perempuan Coba Curi Perhiasan Rp320 M
Rabu / 15-07-2026, 03:00 WIB
Penggugat Stefon Diggs Balas Cardi B yang Ragukan Tuduhannya
Rabu / 15-07-2026, 03:00 WIB
Semifinal Piala Dunia 2026: Mikel Oyarzabal Bawa Spanyol Unggul 1-0 atas Prancis
Rabu / 15-07-2026, 03:00 WIB
Rodrigo De Paul Antusias Hadapi Inggris di Semifinal Piala Dunia 2026
Rabu / 15-07-2026, 03:00 WIB
Biaya Setup Heist Baru GTA Online Setara Dua Kopi GTA 6
Rabu / 15-07-2026, 03:00 WIB
Analis Peringatkan Ancaman 'AI Vibe Coding' di Steam: Game Bagus Bisa Dikloning dan Terkubur
Rabu / 15-07-2026, 02:59 WIB
Liverpool dan Arsenal Buru Bradley Barcola di Tengah Sikap PSG yang Berubah
Rabu / 15-07-2026, 02:59 WIB
Toyota Corolla Hatchback 2027: Layar Lebih Besar, Tapi Varian FX Dihapus
Rabu / 15-07-2026, 02:59 WIB
Mbah Lanjar Terancam Kehilangan Rumah Akibat Dugaan Mafia Tanah
Rabu / 15-07-2026, 02:56 WIB
Manchester United Resmi Kontrak Youri Tielemans dari Aston Villa
Rabu / 15-07-2026, 02:56 WIB







