Dewan Keamanan PBB Adopsi Resolusi Gencatan Senjata Gaza yang Diajukan AS
Padahal, mereka adalah unit pasukan khusus Israel.
>>> Penembakan Terbaru Picu Penghentian Penghentian Kendaraan Imigrasi
Petugas medis di wilayah tersebut melaporkan gelombang besar korban luka akibat penggerebekan militer. Sebuah organisasi non-pemerintah internasional menggambarkan tekanan logistik parah di fasilitas medis setempat.
Seorang dokter dari Médecins Sans Frontières (MSF) yang tidak disebutkan namanya menceritakan kepanikan di kamp Nuseirat selama operasi militer.
Suara rudal dan ledakan terdengar di mana-mana, dan semua orang berteriak serta berlari ke segala arah.
Di Tel Aviv, tim medis merinci kondisi fisik dan psikologis para sandera yang berhasil dibebaskan.
Dr. Itai Pessach dari Sheba Medical Center mengatakan bahwa para sandera mengalami pengalaman yang sangat keras dengan penyiksaan hampir setiap hari.
Tim medis menekankan bahwa masa penahanan yang panjang mengakibatkan komplikasi kesehatan, termasuk penyusutan otot akibat kekurangan gizi.
Dr. Pessach menambahkan bahwa setiap jam penahanan membawa dampak fisik, mental, dan lainnya yang sulit dipahami.
Operasi penyelamatan tersebut melibatkan pertempuran jarak dekat yang terekam kamera keamanan. Tim darat terlibat baku tembak dengan pasukan lokal di dalam bangunan tempat tinggal selama proses evakuasi.
Di tengah perkembangan diplomatik, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken tiba di Israel untuk melakukan pembicaraan tingkat tinggi dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan pemimpin regional lainnya guna mengamankan kesepakatan akhir.
Blinken menegaskan bahwa AS dan para pemimpin dunia lainnya akan mendukung proposal multi-fase yang ada. Ia juga menolak strategi negosiasi alternatif dan menunggu jawaban dari Hamas.
Secara terpisah, Israel menunjuk seorang pejabat yang sudah dikenal untuk mengisi pos diplomatik di PBB. Juru bicara PBB Stephane Dujarric berkomentar, "Harapan selalu ada."
>>> Trump Ancam Blokade Iran dan Tarif 20% untuk Kargo di Selat Hormuz
Pejabat AS juga meredam laporan tentang negosiasi terpisah untuk warga negara Amerika yang ditahan di wilayah tersebut. Mereka menegaskan bahwa proposal terintegrasi saat ini tetap menjadi fokus utama.
Update Terbaru
Tom Holland: Film Superhero Bisa Belajar dari The Odyssey untuk Lebih Realistis
Rabu / 15-07-2026, 08:28 WIB
Mendiang Presiden Nintendo Satoru Iwata: PHK Tak Akan Hasilkan Kinerja Terbaik
Rabu / 15-07-2026, 08:25 WIB
Yordan Alvarez Dominasi Liga Amerika Jelang All-Star Game
Rabu / 15-07-2026, 08:25 WIB
Prasetiya Mulya, Danamon, dan Manulife Luncurkan Ekosistem Dana Pendidikan
Rabu / 15-07-2026, 08:24 WIB
Kemnaker Petakan Kebutuhan Industri Jepang untuk Perluas Peluang TKI
Rabu / 15-07-2026, 08:22 WIB
PGE Targetkan Kapasitas Panas Bumi Mandiri 1 GW pada 2028
Rabu / 15-07-2026, 08:21 WIB
Biaya Kuliah Terus Naik, IFG Life Soroti Pentingnya Ketahanan Finansial
Rabu / 15-07-2026, 08:21 WIB
Dokter Indonesia Ciptakan AI untuk Deteksi Dini Risiko Gagal Jantung
Rabu / 15-07-2026, 08:21 WIB
Timothée Chalamet Gagal Menahan Antusiasme Bertemu Cheerleader Dallas Cowboys
Rabu / 15-07-2026, 08:21 WIB
Pentagon Rilis Buku Panduan untuk Warga AS Hadapi Serangan Drone
Rabu / 15-07-2026, 08:21 WIB
Startup China StepFun Luncurkan StepX Neo, Smartphone AI Pertama di Dunia
Rabu / 15-07-2026, 08:21 WIB
Sam Altman Minta Hakim Turun Tangan dalam Kasus Tuduhan Adik
Rabu / 15-07-2026, 08:20 WIB
Don Ritto Bantah Punya Rp67 M di Kafe de'Clan, Sebut untuk Bangun Pelabuhan
Rabu / 15-07-2026, 08:19 WIB
Bapanas Ungkap Penyebab Harga Beras Masih Tinggi
Rabu / 15-07-2026, 08:19 WIB







