Dewan Keamanan PBB Adopsi Resolusi Gencatan Senjata Gaza yang Diajukan AS

Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Senin mengadopsi resolusi gencatan senjata permanen di Gaza yang dirancang oleh Amerika Serikat.
Resolusi tersebut disetujui dengan 14 suara mendukung, tanpa suara menentang, dan satu abstain dari Rusia.
>>> Juri Mulai Musyawarah dalam Sidang Senjata Api Federal Hunter Biden
Resolusi ini mendukung penghentian permusuhan secara permanen dan pembebasan sandera. Namun, negosiasi rinci untuk mengimplementasikan ketentuan tersebut belum mencapai kesepakatan akhir antara pihak yang bertikai.
Reaksi Israel dan Palestina
Perwakilan Israel untuk PBB, Reut Shapir Ben-Naftaly, menyatakan bahwa negaranya bermaksud mencapai tujuan militernya sebelum menghentikan kampanye.
Israel ingin memastikan keamanan jangka panjang dengan membongkar infrastruktur militan dan memulihkan individu yang ditawan.
Ben-Naftaly menegaskan bahwa perang akan berakhir hanya jika kondisi tertentu terpenuhi. Sementara itu, Otoritas Palestina menyatakan dukungan langsung terhadap langkah diplomatik internasional tersebut.
Utusan Palestina untuk PBB, Riyad Mansour, mengatakan bahwa tidak ada satu pun warga Palestina yang tidak menyambut resolusi ini.
Ia menekankan bahwa tanggung jawab pelaksanaan ketentuan resolusi kini berada di tangan pemerintah Israel.
Desakan AS dan Operasi Penyelamatan
Duta Besar AS untuk PBB, Linda Thomas-Greenfield, mendesak kepatuhan segera terhadap kerangka resolusi yang mencakup tiga fase menuju penghentian permusuhan permanen dan penarikan penuh pasukan.
Ia menekankan bahwa pertempuran bisa berhenti hari ini jika Hamas melakukan hal yang sama.
Sementara itu, warga lokal di Gaza tengah melaporkan operasi penyelamatan yang dilakukan pasukan khusus Israel pada siang hari.
Operasi tersebut berhasil membebaskan empat sandera namun mengakibatkan banyak korban.
Seorang warga, Khalil Al Tirawi, menuturkan bahwa pasukan khusus menyamar dengan seragam militer mirip pejuang perlawanan, sehingga warga mengira mereka adalah pejuang Hamas.
Update Terbaru
MTG Star Trek Hadirkan Kartu Langka Bertanda Tangan Aktor, Hanya 200 Eksemplar
Rabu / 15-07-2026, 02:07 WIB
Sejarah Singkat Persahabatan Canggung Spider-Man dan Jean Grey di Komik
Rabu / 15-07-2026, 02:04 WIB
Porsha Williams Balas Tuduhan Shamea Morton soal Ibunya
Rabu / 15-07-2026, 02:04 WIB
Bison Yellowstone yang Viral Lempar Turis Tak Akan Dieutanasia
Rabu / 15-07-2026, 02:04 WIB
Kematian Lindsey Graham: Tidak Ada Bukti Baru Menunjukkan Tindak Kriminal
Rabu / 15-07-2026, 02:01 WIB
Daveigh Chase, Bintang 'The Ring', Dikremasi, Abu Disimpan Ibu
Rabu / 15-07-2026, 02:01 WIB
Ariana Grande dan Ricky Alvarez Dikabarkan Kembali Pacaran
Rabu / 15-07-2026, 02:01 WIB
PM Spanyol Minta Maaf ke Prancis Usai Komentar Rasis Mantan PM
Rabu / 15-07-2026, 02:01 WIB
Gianni Infantino Digugat ke Komisi Etik IOC karena Dukung Trump
Rabu / 15-07-2026, 02:01 WIB
Film Scissor Seven Bertema Xuanwu Diumumkan, Rilis Global 2028
Rabu / 15-07-2026, 02:00 WIB
LAPD Biarkan Kontrak Kamera Flock Safety Berakhir karena Masalah Privasi
Rabu / 15-07-2026, 02:00 WIB
DOJ Selidiki Presiden UAW Shawn Fain, Ia Sebut Tuduhan 'Bogus'
Rabu / 15-07-2026, 01:59 WIB
Adian: Kepastian Hukum Kebutuhan Utama Rakyat Lewat Buku Anotasi KUHAP
Rabu / 15-07-2026, 01:59 WIB
Neymar Beli Kapal Pesiar Rp423 M usai Brasil Tersingkir di Piala Dunia
Rabu / 15-07-2026, 01:59 WIB







