Mantan Emir Qatar, Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani, meninggal dunia pada Minggu (12/7) di usia 74 tahun.

Kepergiannya meninggalkan kenangan penting bagi rakyat Palestina. Sheikh Hamad dikenal sebagai pembela hak-hak Palestina yang pernah berhasil mematahkan blokade Israel di Jalur Gaza.

>>> Jadi Tersangka, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Masih Berstatus ASN

Kunjungan Bersejarah ke Gaza

Pada Oktober 2012, Sheikh Hamad mengunjungi Gaza yang dilanda konflik. Perjalanan itu dilakukan enam tahun setelah Israel memberlakukan blokade internasional yang melumpuhkan wilayah tersebut.

Ia datang bersama istrinya, Sheikha Moza bin Nasser, dan sejumlah delegasi tingkat tinggi. Kedatangannya berhasil melewati isolasi politik yang diberlakukan oleh kekuatan Barat dan aktor regional.

Kepala kantor diaspora Hamas, Khaled Meshaal, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa Sheikh Hamad merupakan pemimpin Arab dan Muslim pertama yang mengunjungi Gaza dan mengakhiri pengepungan Israel.

"Dia adalah pemimpin Arab dan Muslim pertama yang mengunjungi Gaza, berdiri di sisinya dengan penuh kestariaan dan kemurahan hati, seolah-olah secara resmi mengumumkan berakhirnya blokade dalam keadaan yang paling kelam," kata Meshaal.

Ahmed Al Sheikh, mantan direktur berita Al Jazeera Arabic, mengatakan bahwa Sheikh Hamad memiliki "cinta khusus terhadap Palestina".

Ia menambahkan, "Apakah ada pemimpin lain di dunia Arab yang pernah melakukan hal itu (kunjungan ke Gaza), selain Hamad bin Khalifa?"

Dukungan Finansial dan Infrastruktur

Selama kunjungan bersejarah itu, Sheikh Hamad mengumumkan penambahan hibah rekonstruksi dari Qatar untuk Gaza dari $254 juta menjadi $400 juta.

Keputusannya menjadi dasar bagi pembangunan proyek perumahan, infrastruktur, dan perawatan kesehatan.

Saat berpidato di Universitas Islam Gaza, ia memuji ketahanan rakyat Palestina sekaligus mengkritik standar ganda komunitas internasional.