Pelatih Timnas Mesir Hossam Hassan kembali menjadi sorotan setelah secara terbuka menunjukkan dukungannya kepada Palestina di ajang Piala Dunia 2026.

Langkah Hassan ini membuat Israel geram. Media Israel seperti Yedioth Ahronoth dan Israel Hayom melaporkan kemarahan atas sikap pelatih berusia 60 tahun tersebut.

>>> KPK Siap Supervisi Kejagung dalam Kasus Febrie Adriansyah

Dalam konferensi pers sebelum laga melawan Argentina, Hassan menyatakan bahwa siapa pun yang tidak merasakan penderitaan rakyat Palestina telah kehilangan kemanusiaan.

Ia mendesak para pemimpin dunia untuk membayangkan kondisi warga Gaza yang hidup tanpa tempat berlindung dan keamanan.

Hassan menyerukan dukungan untuk Palestina dengan pesan: "Rakyat Palestina berhak untuk hidup."

>>> The First Descendant Update 15 Juli: Void Intercept Extreme, Penyesuaian Karakter, dan Event Musim Panas

Reaksi Israel dan Analis

Media Israel menuduh Hassan menggunakan panggung global untuk memperbarui dukungannya kepada Palestina.

Analis urusan Israel Nizar Nazzal menilai politik tidak bisa dipisahkan dari olahraga. Menurutnya, Israel berupaya membungkam suara kritis di setiap acara.

Sosiolog politik Said Sadek berpendapat Hassan seharusnya mengibarkan bendera Mesir sesuai protokol, namun ia bisa menyampaikan pandangan pribadi di forum terpisah.

>>> The First Descendant Hadirkan Void Intercept Battle: Extreme Beta di Update 15 Juli

Terlepas dari pro dan kontra, pesan Hassan telah menjangkau jutaan pengikut di media sosial, memperkuat solidaritas terhadap Palestina.