Otoritas imigrasi federal Amerika Serikat menghentikan sementara penghentian kendaraan setelah dua penembakan fatal terhadap warga sipil oleh petugas Immigration and Customs Enforcement (ICE).

Joan Sebastian Guerrero, 26 tahun, ditembak di Maine pada Senin pagi. Sebelumnya, Lorenzo Salgado Araujo tewas di Houston saat dalam perjalanan menuju tempat kerja.

>>> Trump Ancam Blokade Iran dan Tarif 20% untuk Kargo di Selat Hormuz

Komunitas, anggota parlemen, dan kelompok hak sipil mengecam kedua insiden tersebut dan menuntut investigasi independen. Dalam kedua kasus, petugas tidak mengenakan kamera tubuh.

Sumber keamanan dalam negeri mengungkapkan bahwa instruksi penghentian penghentian kendaraan telah dikirim ke seluruh negeri, meskipun pengecualian mungkin berlaku untuk kasus kejahatan serius.

Juru bicara Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) menyatakan, "Kami selalu mengevaluasi prosedur untuk menjaga keselamatan petugas dan menangkap penjahat.

Kami tidak akan mengungkapkan taktik penegakan hukum."

>>> Daftar HP Samsung 2026: Galaxy S26 hingga A Series dengan Galaxy AI

Menurut The Guardian, email yang merinci penghentian tersebut tidak memberikan penjelasan menyeluruh. Penghentian bersifat sementara hingga petugas ICE menerima pelatihan baru mengenai penghentian kendaraan.

Sejak Januari 2025, petugas imigrasi federal terlibat dalam penembakan fatal terhadap 11 orang, lima di antaranya oleh petugas ICE termasuk Guerrero dan Salgado.

DHS mengklaim banyak insiden melibatkan kendaraan yang digunakan sebagai senjata, namun klaim ini dibantah oleh bukti video.

>>> Whatsapp Hengkang dari HP Android Lawas per September 2026, Cek Daftarnya

Salah satu kasus paling menonjol adalah pembunuhan Renee Good, warga negara AS yang ditembak petugas ICE di Minneapolis awal tahun ini.