Nasib malang menimpa kapal pesiar khusus LGBTQ yang berlayar di Mediterania. Setelah dilarang bersandar di Turki, kapal tersebut kini ditolak masuk ke Mesir.

Konfirmasi disampaikan langsung oleh Rich Campbell, Presiden dan CEO Atlantis Events selaku operator pelayaran, dalam pernyataan tertulis kepada USA TODAY.

>>> Apple Rilis Beta Publik iOS 27, iPadOS 27, macOS 27 Golden Gate, dan watchOS 27

Kapal mewah Scarlet Lady milik Virgin Voyages itu sedianya berlabuh di Alexandria, Mesir, pada 9 Juli 2026.

Kunjungan itu bagian dari paket pelayaran 10 malam yang berangkat sejak 5 Juli.

Rute ke Mesir dan Pulau Kreta di Yunani dipilih sebagai pengganti jadwal ke Turki yang dibatalkan sepihak oleh otoritas setempat.

"Kami sudah mendapat persetujuan untuk bersandar di Mesir, tapi empat jam sebelum sampai, kami diberitahu kapal tidak diizinkan masuk.

Tidak ada penjelasan," ujar Campbell.

Hingga berita ini diturunkan, otoritas pelabuhan Mesir belum memberikan tanggapan resmi mengenai alasan penolakan tersebut.

>>> 4 Warna Kamar Tidur Pembawa Hoki Menurut Feng Shui, Bikin Rezeki Lancar dan Tidur Nyenyak

Penolakan ini mengejutkan karena Atlantis Events mengaku telah berkali-kali membawa wisatawan ke Mesir tanpa masalah.

Tahun lalu, 2.500 tamu dibawa ke Alexandria, dan tahun sebelumnya 1.200 tamu, semuanya aman.

Sebelum insiden di Mesir, kapal ini mendapat penolakan keras di Turki akhir Juni lalu. Otoritas Provinsi Aydın melarang kapal bersandar di Kusadasi.

Pemerintah lokal Turki menyebut kunjungan kapal LGBTQ "memicu kekhawatiran publik yang signifikan karena hubungannya dengan kelompok yang perilakunya tidak sesuai dengan struktur masyarakat dan nilai-nilai moral."

Campbell mengkritik kebijakan diskriminatif tersebut. "Jika bisnis Anda pariwisata, Anda tidak bisa memilih tamu.

>>> Samsung Pamerkan Galaxy Watch Bertenaga AI Sebelum Galaxy Unpacked 2026

Ini langkah picik," tegasnya.