"Penting sekali untuk polisi menemukan semua pihak yang terlibat termasuk pola dan modus kejahatan yang dimainkan oleh para pelaku," ujarnya.

Selain perkembangan penyidikan, Benny turut menyoroti perhatian publik terhadap pengamanan rumah Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah, yang dijaga aparat TNI saat proses penggeledahan berlangsung.

>>> Asosiasi JARTATEL Resmi Dibentuk, Kawal Regulasi dan Percepat Infrastruktur Digital

Menurutnya, Kejaksaan Agung dan TNI perlu memberikan penjelasan resmi kepada publik agar tidak memunculkan berbagai spekulasi.

"Harus ada kejelasan mengenai hal ini baik Kejagung maupun TNI juga harus memberikan penjelasan yang masuk akal dan bertanggung jawab," katanya.

Benny juga mengingatkan agar tidak ada intervensi dalam proses penegakan hukum. Ia menegaskan Polri harus menunjukkan integritas, profesionalisme, dan menjunjung prinsip keadilan dalam menangani perkara tersebut.

"Penegakan hukum harus adil, tidak boleh ada pilih kasih," tegasnya.

Ia mengutip pesan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan bahwa hukum harus ditegakkan secara adil, tidak tajam ke bawah dan tumpul ke atas.

Karena itu, Benny mendorong Polri menjalankan proses penyidikan secara transparan dan akuntabel.

"Siapapun yang terlibat korupsi harus dan wajib bertanggung jawab secara hukum," ujarnya.

Lebih lanjut, Benny meminta Presiden Prabowo Subianto turun tangan apabila muncul rivalitas antara Polri dan Kejaksaan Agung dalam penanganan perkara tersebut.

Menurutnya, pengusutan sejumlah kasus besar ini seharusnya menjadi momentum untuk memperkuat upaya pemberantasan korupsi di berbagai sektor.

>>> Polda Jateng Tegaskan Instruksi Tolak Panggilan Kejaksaan adalah Prosedur Internal

"Semangatnya adalah pemberantasan korupsi dan penegakan hukum menyelamatkan keuangan negara," pungkasnya.