China Minta Pengguna Hapus Claude Code, Anthropic Beri Tanggapan

Pemerintah China meminta pengguna untuk menghapus perangkat lunak Claude Code buatan Anthropic. Permintaan ini muncul setelah ditemukan risiko keamanan berupa backdoor pada alat pemrograman berbasis kecerdasan buatan tersebut.
Platform keamanan siber di bawah Kementerian Industri dan Teknologi Informasi China (MIIT) menyebut alat coding agentic itu menimbulkan ancaman serius bagi pengguna di China.
>>> Bupati Sukoharjo Tiba di KPK Usai Terjaring OTT
Dalam unggahan di akun WeChat resminya, China's National Vulnerability Database menyatakan Claude Code memiliki mekanisme pemantauan bawaan yang memungkinkan informasi sensitif pengguna terkirim ke server jarak jauh tanpa persetujuan.
Isu ini menjadi eskalasi terbaru dalam persaingan AI antara Amerika Serikat dan China.
Menanggapi peringatan tersebut, Anthropic menyatakan bahwa pengguna di China yang diminta menghapus Claude Code sebenarnya memang tidak pernah diizinkan menggunakan produk itu sejak awal.
Juru bicara perusahaan menyebut kebijakan penggunaan Anthropic selalu melarang akses dari pengguna berbasis di China.
Anthropic pekan lalu mengonfirmasi bahwa pihaknya memang menanamkan kode tersembunyi pada Claude Code untuk melacak lokasi pengguna.
Perusahaan itu mengklaim langkah tersebut sebagai upaya menghentikan praktik distilasi ilegal terhadap model AI miliknya.
>>> Harga Emas Antam Naik Rp17 Ribu ke Level Rp2,650 Juta Hari Ini
Versi Terdampak dan Rekomendasi
MIIT menyebut peringatan berlaku untuk versi Claude Code 2.1.91 hingga 2.1.196, yang dirilis sepanjang April hingga akhir Juni.
Anthropic disebut telah merilis versi-versi lebih baru sejak periode tersebut.
"Pengembang yang telah memasang versi-versi yang terdampak agar segera menghapus atau memperbarui ke versi aman terbaru yang telah menghilangkan kode backdoor terkait," kata unggahan tersebut, dikutip dari SCMP, Jumat (10/7).
Otoritas China juga merekomendasikan penguatan kontrol akses eksternal guna mencegah transmisi data sensitif tanpa izin.
Meski tidak tersedia resmi di China, termasuk Hong Kong, Claude Code selama ini cukup populer di kalangan komunitas pengembang perangkat lunak di China.
>>> IPO RANS Melesat, Saham Emiten Milik Raffi Ahmad Dobrak Batas Atas
Dalam beberapa bulan terakhir, Anthropic menuduh sejumlah perusahaan teknologi besar China, termasuk DeepSeek, MiniMax, dan Alibaba Group Holding, melakukan distilasi model.
Update Terbaru
Pelatih Maroko Akui Kualitas Individu Mbappe Jadi Pembeda
Jumat / 10-07-2026, 12:29 WIB
Kerim Memija Resmi Gabung Persija, Bertekad Persembahkan Trofi
Jumat / 10-07-2026, 12:28 WIB
Gugatan Pengiklan terhadap Kim Soo-hyun Berkurang Drastis, Pengadilan Dorong Mediasi
Jumat / 10-07-2026, 12:28 WIB
Febrie Buka Suara soal Keterkaitan Jampidsus dengan Kasus Blackout
Jumat / 10-07-2026, 12:28 WIB
Macron Bangga Prancis Lolos Semifinal Piala Dunia 2026
Jumat / 10-07-2026, 12:28 WIB
Jampidsus Akui Rumah di Sentul yang Digeledah Polri adalah Milik Pribadi
Jumat / 10-07-2026, 12:28 WIB
Jampidsus Febrie Adriansyah Buka Suara soal Penegakan Hukum Polri
Jumat / 10-07-2026, 12:28 WIB
Fans Berharap Istri Bintang 'Agent Kim Reactivated' Kembali ke Dunia Akting
Jumat / 10-07-2026, 12:24 WIB
Jokowi Kenang Rachmat Gobel sebagai Menteri yang Bekerja Keras
Jumat / 10-07-2026, 12:24 WIB
Airlangga: B50 Hemat Devisa Rp177 Triliun, RI Tak Lagi Impor Solar
Jumat / 10-07-2026, 12:24 WIB
Drama OTT KPK di Soloraya: Bupati Sukoharjo Etik Suryani Terjaring Kasus Pemerasan, Enam Koper Hijau Jadi Saksi
Jumat / 10-07-2026, 12:24 WIB
Megawati Hangestri Tiba di Korea, Netizen Riuh Sambut Megatron
Jumat / 10-07-2026, 12:23 WIB
Intel Israel Bocorkan Rencana Spesifik Iran Bunuh Presiden Trump ke AS
Jumat / 10-07-2026, 12:23 WIB
Spill Rahasia Konten Estetik Tanpa Ribet Cukup Pakai Oppo Reno16 Series
Jumat / 10-07-2026, 12:22 WIB







