Sidang lanjutan Tifauzia Tyassuma alias Dokter Tifa dijadwalkan digelar hari ini, Kamis (9/7/2026), pukul 09.00 WIB di ruang sidang utama Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

Menjelang persidangan, beredar sebuah poster di platform X yang menegaskan bahwa ijazah Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) asli.

>>> Trump Akhiri Gencatan Senjata dengan Iran, Harga Minyak Dunia Melonjak 5 Persen

Poster tersebut bertuliskan, "Pak Jokowi pernah jadi Walikota, pernah jadi Gubernur, pernah jadi Presiden. Kira-kira ijazahnya asli atau palsu!!"

Poster itu juga menekankan bahwa menjadi wali kota, gubernur, dan presiden membutuhkan ijazah asli. "Tidak mungkin semua lembaga negara tertipu bertahun-tahun.

Pikir secara logika," tulisnya.

Tanggapan Pengamat dan Sidang Sebelumnya

Menanggapi hal tersebut, pengamat kebijakan publik Gigin Praginanto menekankan bahwa praktik politik uang sudah menjadi bagian yang sulit dipisahkan dari setiap pemilihan di Indonesia, baik Pilkada maupun Pilpres.

"Logikanya, gak ada pilkada dan Pilpres yang bersih dari politik uang," tulisnya di akun X pribadinya, dikutip Kamis (9/7).

>>> Ramalan Zodiak 9 Juli: Libra Harus Sabar, Sagitarius Abaikan Gunjingan

Setelah menjalani sidang perdana pekan lalu (Kamis, 2 Juli 2026), majelis hakim memutuskan untuk menunda dan melanjutkan persidangan pada hari ini.

Agenda sidang adalah penyampaian nota keberatan atau eksepsi dari tim kuasa hukum dr. Tifa terhadap surat dakwaan yang telah dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada sidang pertama.

Dalam sidang sebelumnya, jaksa menyatakan Jokowi mengalami kerugian immateril berupa tercemarnya nama baik secara personal akibat unggahan Dokter Tifa.

"Saksi Joko Widodo merasa telah dihina sehina-hinanya dan direndahkan serendah-rendahnya bahkan terdapat pihak-pihak yang ikut menuduh saksi," kata jaksa.

Jaksa menjelaskan bahwa rentetan unggahan Dokter Tifa di media sosial X, mulai dari analisis bentuk anatomi wajah, foto wisuda, dan sampul ijazah UGM, dinilai menyerang kehormatan, harkat, dan martabat Jokowi secara personal.

>>> Putri Mahkota Norwegia Mette-Marit Tampil Perdana Usai Transplantasi Paru

Tudingan tersebut memicu pihak-pihak lain ikut menuduh Jokowi menggunakan dokumen palsu demi pencalonan pejabat publik.