Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan akhirnya buka suara terkait wacana perubahan nama Provinsi Jawa Barat menjadi Tatar Sunda.

Usulan tersebut mencuat setelah kelompok pengusul beraudiensi dengan Komisi I DPRD Jabar beberapa waktu lalu.

>>> Swiss vs Kolombia Imbang, Pemenang Ditentukan Lewat Adu Penalti

Erwan memilih tidak memberikan penilaian langsung. Ia menegaskan persoalan itu masih dalam tahap proses dan menjadi kewenangan Gubernur Dedi Mulyadi.

"Saya serahkan sepenuhnya kepada Pak Gubernur, karena memang Pak Gubernur yang punya kebijakan," kata Erwan di Gedung DPRD Jabar, Selasa (7/7).

Menurut Erwan, masyarakat perlu diberi ruang menyampaikan pandangan terhadap usulan tersebut. Sebab hingga kini perubahan nama masih sebatas wacana yang belum menjadi keputusan resmi.

"Ya, kita berproses saja. Silakan nanti masyarakat menilai sendiri bagaimana tanggapan-tanggapannya, juga nanti ini kan masih proses," ujarnya.

Ia mengajak semua pihak mengikuti tahapan yang berjalan tanpa menimbulkan polemik berlebihan. Erwan juga enggan memberikan pernyataan yang melampaui kewenangannya sebagai wakil gubernur.

"Saya tidak bisa memberikan tanggapan-tanggapan yang melebihi kapasitas saya sebagai wakil," sambung Erwan.

Dukungan dan Kritik Bermunculan

Wacana pergantian nama Jabar menjadi Tatar Sunda menuai beragam reaksi. Sejumlah tokoh budaya mendukung, namun kritik juga datang dari berbagai kalangan.

>>> Kartu Grafis MSI GeForce RTX 5070 Ti Edisi Frieren Hadir dengan Harga Fantastis

Para pengkritik mayoritas berasal dari masyarakat, pegiat budaya di wilayah Pantura, hingga kelompok yang menilai pemerintah seharusnya lebih fokus pada ekonomi, pendidikan, lingkungan, dan infrastruktur.

Sebelumnya, seluruh fraksi di DPRD Jabar memberikan lampu hijau untuk melanjutkan usulan ini ke tahapan legislasi berikutnya pada Kamis (2/7).