Wali Kota Bima H. A. Rahman memberikan klarifikasi terkait polemik pelantikan istrinya, Badrah Ekawati, sebagai Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Bima.

Ia menegaskan bahwa proses tersebut telah sesuai ketentuan dan bukan merupakan jabatan baru.

>>> Studi: Olahraga 5 Menit Sehari Bisa Perpanjang Umur

Rahman menjelaskan bahwa istrinya telah menjadi aparatur sipil negara (ASN) sejak 1993. Badrah sudah menduduki jabatan eselon III pada 2016, jauh sebelum Rahman menjabat sebagai wali kota.

"Jadi 2016 istri saya sudah eselon III, kalah Pilkada diturunkan, (sekarang) kembalikan posisinya eselon III sama," kata Rahman di Mataram, Selasa (7/7/2026).

Menurut Rahman, pada 2013 istrinya diangkat menjadi kepala seksi (Kasi) eselon IV. Tiga tahun kemudian, Badrah dipromosikan menjadi kepala bidang (Kabid) eselon III.

Setelah Rahman kalah Pilkada, posisi istrinya sempat diturunkan, dan baru pada 2026 dikembalikan ke eselon III.

>>> Max Holloway Hadapi Conor McGregor di Rematch Kelas Welter UFC 329

"Kan nggak boleh hilang haknya ASN gara-gara nikah dengan Wali Kota. Dan ingat saya tidak naikan, tetap di eselon yang sama," ungkap Rahman.

Rahman juga membantah isu bahwa iparnya ikut dilantik menjadi pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Bima. "Kalau ipar tidak ada ipar, saudari perempuan saya tidak ada suaminya ASN.

Jadi kalau ipar fitnah," ujarnya.

>>> Swiss Kalahkan Kolombia, Lolos ke Perempat Final Piala Dunia

Ia menyayangkan informasi yang beredar luas di media sosial tanpa konfirmasi terlebih dahulu. Menurutnya, kabar tersebut telah menimbulkan persepsi yang keliru di masyarakat.