Pemerintah Kota Surabaya meluncurkan kategori baru dalam ajang Mangrove Eco Run 3.0, yaitu Mangrove Trail Run 5K.

Ini merupakan trail run pertama yang digelar di kawasan mangrove Kota Surabaya.

>>> 3 Kesalahan Fatal Nagelsmann di Balik Kekalahan Jerman dari Paraguay

Acara ini bertepatan dengan peringatan HUT ke-3 Kebun Raya Mangrove (KRM). Selain lari, kegiatan ini juga menggabungkan konservasi lingkungan, riset, dan penguatan ekonomi lokal.

Peluncuran dan uji coba lintasan digelar di Kebun Raya Mangrove Gunung Anyar pada Minggu (28/6/2026). Uji coba melibatkan komunitas pelari dari Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik.

Pendaftaran Mangrove Eco Run 3.0 kini resmi dibuka melalui bit. ly/mangroveecorun3.

Acara utama akan digelar pada 26 Juli 2026 di lokasi yang sama.

Keamanan Peserta Jadi Prioritas

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Surabaya, Syamsul Hariadi, mengatakan persiapan difokuskan pada keselamatan peserta.

Jalur semi trail yang melintasi pematang tambak telah melalui asesmen dan uji kelayakan.

Pemadatan struktur tanah serta penempatan marshal dan tim medis dilakukan di titik-titik berisiko tinggi. "Keamanan peserta adalah prioritas utama kami," ujar Syamsul, dikutip Selasa (30/6/2026).

Selain olahraga, Mangrove Eco Run juga dirancang untuk memberi dampak ekonomi.

Selama 25–26 Juli 2026, UMKM di sekitar Gunung Anyar akan dilibatkan untuk mengisi stan kuliner dan kerajinan.

Rangkaian HUT ke-3 KRM juga akan diisi peluncuran KRM Living Hub dan Festival Riset.

>>> Bayi Bisa Patah Tulang dalam Kandungan, Ini Penyebabnya

Hasil riset mangrove akan diarahkan menjadi produk bernilai ekonomi, seperti inovasi kapal ramah lingkungan, bahan pangan, sirup, batik, dan kosmetik.

Syamsul menegaskan seluruh kegiatan tetap mengedepankan keberlanjutan lingkungan. Penanaman bibit mangrove akan dilakukan pada 25 Juli untuk mengimbangi aktivitas ribuan peserta.