Nilai tukar rupiah dibuka melemah pada perdagangan Selasa (30/6) pagi. Mata uang Garuda turun 34 poin atau 0,19 persen ke level Rp17.855 per dolar AS.

Pelemahan ini terjadi di tengah pergerakan mayoritas mata uang Asia yang bervariasi terhadap dolar AS. Yuan China menguat 0,01 persen dan ringgit Malaysia naik 0,37 persen.

>>> Berkas Perkara 3 Tersangka Kasus Ijazah Jokowi Segera Dilimpahkan

Sementara itu, peso Filipina melemah 0,16 persen, dolar Singapura turun 0,06 persen, yen Jepang terkoreksi 0,14 persen, dolar Hong Kong melemah 0,03 persen, dan won Korea Selatan terdepresiasi 0,50 persen.

Di kelompok mata uang negara maju, seluruhnya bergerak di zona merah terhadap dolar AS.

Euro melemah 0,13 persen, poundsterling Inggris turun 0,15 persen, dan dolar Australia terkoreksi 0,24 persen.

>>> Dokter Ingatkan Asal Ikut Hyrox Bisa Bahaya Buat Jantung

Dolar Kanada melemah 0,08 persen, dan franc Swiss turun 0,14 persen.

Proyeksi Pergerakan Rupiah

Analis mata uang DOO Financial Futures Lukman Leong mengatakan rupiah diperkirakan bergerak terbatas dengan kecenderungan melemah.

Pelaku pasar cenderung wait and see menunggu sejumlah data ekonomi penting dari Indonesia dan Amerika Serikat yang akan dirilis pekan ini.

>>> 7 Sepatu Lari HOKA Diskon 50% di Sports Station, Harga Lebih Terjangkau

Perkembangan geopolitik di Timur Tengah yang berubah-ubah juga membuat investor berhati-hati. Lukman memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp17.800 hingga Rp17.900 per dolar AS.