Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) mendesak pemerintah untuk memberikan insentif secara merata kepada semua jenis kendaraan, mulai dari mobil bensin konvensional (ICE), hybrid, hingga kendaraan listrik murni (BEV).

Usulan ini disampaikan GAIKINDO kepada Kementerian Perindustrian sebagai langkah menjaga ekosistem industri otomotif yang sehat dan kompetitif.

>>> 4 Rekomendasi Snack Renyah untuk Nobar Pesta Bola Dunia 2026

Ketua Harian GAIKINDO Anton Kumonty mengapresiasi dukungan kebijakan pemerintah yang telah berjalan, seperti insentif fiskal dan fasilitas investasi.

Menurutnya, komunikasi terbuka antara pemerintah dan pelaku industri menjadi kunci utama dalam menjaga daya saing sektor otomotif nasional.

"GAIKINDO melihat pemerintah telah menunjukkan komitmen konsisten dalam mendukung industri otomotif nasional," ujar Anton, Senin (29/6/2026).

Data GAIKINDO mencatat, fasilitas User Specific Duty-Free Scheme (USDFS) telah dimanfaatkan oleh 57 perusahaan otomotif dengan nilai mencapai 800 miliar dolar AS.

>>> Mengenal 'Spoiled Pig Syndrome', Tren Kencan yang Tak Sehat

Selain itu, kebijakan PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) dinilai efektif menjaga daya beli masyarakat untuk merek-merek besar seperti Toyota, Honda, Mitsubishi, dan Isuzu.

Namun, di tengah dominasi pabrikan Jepang yang telah membangun ekosistem jangka panjang, pemain otomotif asal Tiongkok mulai menunjukkan eksistensinya.

Ketua Bidang Pengembangan Pasar GAIKINDO Jongkie Sugiarto mengatakan, perusahaan Tiongkok yang mulai berinvestasi di Indonesia menginginkan dukungan setara agar dapat menjalankan rencana bisnis jangka panjang.

GAIKINDO pun mengusulkan stimulus bagi semua tipe kendaraan, termasuk ICE, hybrid, dan BEV, untuk menciptakan iklim kompetisi yang sehat bagi seluruh investor.

>>> Viral Guru SD Latih Siswa Laki-Laki Menyetrika, Putus Rantai Patriarki

"GAIKINDO akan terus mendukung terciptanya ekosistem industri otomotif yang sehat, kompetitif, dan berkelanjutan," tutup Anton.