Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron mengatakan Kamojang memiliki posisi penting dalam sejarah pengembangan panas bumi nasional.

Menurutnya, kawasan tersebut menunjukkan bahwa pemanfaatan panas bumi tidak hanya menghasilkan energi listrik, tetapi juga dapat memberikan dampak ekonomi dan lingkungan melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.

Secara historis, Kamojang merupakan wilayah panas bumi pertama yang dieksplorasi di Indonesia pada 1926.

Saat ini WKP Kamojang dikelola PGE dengan lima unit Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) berkapasitas total 235 megawatt (MW).

PLTP Kamojang memasok kebutuhan listrik lebih dari 260.000 rumah tangga dan menjadi wilayah kerja dengan produksi listrik terbesar di antara aset panas bumi yang dikelola PGE.

>>> AS dan Indonesia Rampungkan Pertukaran Teknis Pengelolaan Air Tambang

Perusahaan menyatakan operasional pembangkit tersebut juga berkontribusi pada pengurangan emisi karbon sekitar 1,22 juta ton CO₂ per tahun sebagai bagian dari upaya mendukung target Net Zero Emission Indonesia pada 2060.