Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyelesaikan program pertukaran teknis selama sembilan hari yang berfokus pada pengelolaan kualitas air dan pemantauan lingkungan di sektor pertambangan.

Program Ambassador Water Expert (AWEP) berlangsung pada 8–18 Juni 2026.

>>> Harga MacBook dan iPad Melonjak, Apple Salahkan Krisis Memori Akibat Booming AI

Program ini menghadirkan pakar sistem air dari Amerika Serikat, Steven Rice, untuk berbagi pengalaman dan memperkuat kerja sama teknis dengan berbagai pemangku kepentingan di Indonesia.

Kegiatan tersebut mencakup kunjungan lapangan ke Lombok dan Kabupaten Sumbawa Barat.

Para peserta mempelajari kondisi pengelolaan air di wilayah pertambangan serta mendiskusikan parameter kualitas air, metode pengolahan, dan pendekatan pembangunan infrastruktur yang disesuaikan dengan karakteristik geografis dan lingkungan Indonesia.

Konsultasi Teknis dan Lokakarya

Selain kunjungan lapangan, delegasi menggelar konsultasi teknis dengan sejumlah institusi.

Di antaranya Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian ESDM, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), PT Amman Mineral, Ecolab (Nalco Indonesia), Nexus3, Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Mataram, dan Universitas Teknologi Sumbawa.

Program ini juga menghadirkan lokakarya di Jakarta yang mempertemukan pemerintah, akademisi, praktisi, dan pelaku industri.

>>> Video Subtitle Baru Anime Though I am an Inept Villainess Ungkap Lagu Penutup oleh Rokudenashi

Mereka membahas hasil temuan lapangan serta mengidentifikasi peluang kerja sama lanjutan dalam pengelolaan kualitas air dan infrastruktur pendukung pertambangan.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, Kedutaan Besar AS menyelenggarakan diskusi panel bertajuk "Inovasi dalam Aksi: Solusi Air bagi AS dan Indonesia menuju Pertambangan yang Bertanggung Jawab" di @america.

Diskusi tersebut menghadirkan peneliti BRIN Cynthia Henny, Direktur Senior Ecolab Tomy Suryatama, akademisi ITB Muhammad Sonny Abfertiawan, serta pakar sistem air asal Amerika Serikat Steven Rice.

Juru Bicara Kedutaan Besar AS Jamie Ravetz mengatakan program tersebut mencerminkan komitmen kedua negara dalam memperkuat kolaborasi di bidang pengelolaan air untuk mendukung praktik pertambangan yang berkelanjutan.

"Program pertukaran teknis ini mencerminkan kuatnya kerja sama antara Amerika Serikat dan Indonesia dalam pengelolaan sistem air di sektor pertambangan.

>>> Live-Action Strange: Junji Ito's Tales for Sleepless Nights Ubah Urutan Episode

Selain berbagi keahlian, para pakar dari kedua negara juga memperoleh pengalaman dan pembelajaran yang dapat mendukung pengembangan solusi pengelolaan air di masa depan," ujarnya.