India mencatatkan terobosan di industri pertambangan dengan mengubah ekskavator diesel raksasa menjadi bertenaga listrik. Proyek ini dikerjakan oleh Lloyds Metals and Energy pada unit Liebherr R 996.

Ekskavator tersebut memiliki bobot 717 ton dan tinggi 39 kaki. Bucketnya mampu memuat 47 yard kubik material dalam satu kali ayunan.

in1

>>> May Ling, 'Thickest Teen', Sebut BBL Ketiga sebagai Investasi, Tak Khawatir Risiko

Dalam versi diesel, mesin ini memiliki tenaga hampir 3.000 tenaga kuda. Setiap siklus dapat memindahkan 66 hingga 77 ton material.

Bukan Sekadar Ganti Mesin

Proyek ini bukan sekadar mengganti mesin diesel dengan motor listrik. Tim Lloyds merancang ulang arsitektur daya, sistem kontrol, fitur keselamatan, dan pemantauan digital.

Managing Director Lloyds, B. Prabhakaran, menyebut proyek ini sebagai "membayangkan ulang masa depan pertambangan".

Namun, detail teknis seperti pengaturan catu daya dan data operasional belum dirilis.

Persaingan Elektrifikasi Global

Langkah Lloyds tidak sendiri. Pada 2024, Liebherr dan Fortescue juga mengonversi ekskavator R 9400 di Australia.

Yang membedakan, Lloyds mengerjakan sendiri secara internal.

Pertambangan menghadapi masalah emisi.

World Bank mencatat emisi Scope 1 dan 2 dari sektor ini mencapai 4-7% emisi gas rumah kaca global.

Mobilitas di lokasi tambang menjadi titik tekanan utama.

IEA memperkirakan kebutuhan mineral untuk energi bersih akan berlipat ganda pada 2040. Ini menempatkan pertambangan pada posisi sulit: harus memproduksi lebih banyak namun dengan polusi lebih rendah.

>>> Pemilik Penis Terkecil di Dunia Tolak Operasi karena Risiko Tinggi

Ekskavator listrik tidak menyelesaikan semua masalah lingkungan, seperti gangguan lahan dan penggunaan air. Namun, mengganti peralatan diesel dapat mengurangi emisi lokal dan ketergantungan bahan bakar.