>>> 3 Bank Iran Lumpuh Akibat Serangan Siber Israel, ATM dan M-Banking Mati

"Itu menurut saya jadi aba-aba bahwa saya memang sedang diintai," kata eks Ketua BEM UGM periode 2025 itu.

in1

Usai kegiatan, Tiyo berangkat ke Yogyakarta untuk mengikuti aksi demonstrasi di Gejayan. Dalam perjalanan, ponselnya menerima notifikasi terkait perangkat pelacak yang bergerak bersamanya.

Setelah aksi selesai, ia memeriksa mobil dan menemukan sebuah alat berbentuk kotak bermagnet yang ditempel di bagian belakang bodi kendaraan.

Keesokan harinya, saat kembali ke Semarang, notifikasi serupa muncul meski alat pertama telah dilepas.

Setelah pencarian ulang, Tiyo menemukan alat kedua berbentuk lingkaran pipih yang ditempel menggunakan lakban hitam di bagian ban kanan belakang mobil.

Tiyo mengaku sempat khawatir karena tidak mengetahui apakah kedua alat tersebut saling terkait.

Ia menduga alat pertama baru dipasang saat di Yogyakarta karena kondisinya masih bersih, sementara alat kedua telah terpasang sejak Jumat (12/6) dan terakhir terlacak saat ia masih berada di sebuah hotel di kawasan Tembalang, Semarang.

Setelah berkonsultasi dengan sejumlah pihak, Tiyo menilai pemasangan alat pelacak itu kemungkinan merupakan bentuk intimidasi. "Saya kira justru itulah letak di mana terornya terjadi.

>>> Taylor Swift dan Travis Kelce Ajukan Izin Tutup Jalan di Sekitar Madison Square Garden

Bahwa ini sengaja dipasang untuk saya ketahui supaya jadi alarm bagi diri saya bahwa ke mana pun saya pergi ada orang-orang yang tahu, ada orang-orang yang mengamati," katanya.