Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa pulang dari China dengan dua hasil penting.

Ia berhasil mengamankan komitmen pendanaan senilai US$17 miliar atau sekitar Rp301,4 triliun dari Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB).

in1

>>> PHK Marak tapi 83% Karyawan Dapat Kenaikan Gaji, Kok Bisa?

Selain itu, Purbaya juga menerima gelar Profesor Kehormatan (Honorary Professor) dari Universitas Nankai, salah satu perguruan tinggi bergengsi di China.

Gelar tersebut diberikan langsung oleh Presiden Universitas Nankai, Prof. Chen Yulu, setelah Purbaya menyampaikan kuliah umum tentang kondisi ekonomi dan kebijakan fiskal Indonesia.

Dalam surat keputusan yang dibacakan, penghargaan itu diberikan sebagai pengakuan atas kontribusi dan kepemimpinan Purbaya dalam pengelolaan keuangan publik, pembangunan ekonomi, serta penguatan stabilitas sektor keuangan di Asia Tenggara.

"Keputusan ini merupakan pengakuan atas kepemimpinan Anda yang luar biasa, kontribusi yang menonjol dalam bidang keuangan publik internasional, serta komitmen yang teguh terhadap pembangunan ekonomi dan stabilitas sektor keuangan di kawasan Asia Tenggara," ujar Chen Yulu dalam pernyataan resminya, Rabu (24/6/2026).

Pemberian gelar kehormatan itu terjadi tak lama setelah Indonesia mengamankan komitmen pembiayaan dari AIIB senilai US$17 miliar untuk mendukung proyek pembangunan nasional periode 2025-2029.

Komitmen pendanaan tersebut diperoleh dalam pertemuan bilateral antara Purbaya dan jajaran AIIB di Beijing. Dana itu akan menjadi salah satu sumber pembiayaan proyek strategis pemerintah.

>>> Sony LYTIA 610: Sensor 64MP dengan Teknologi RB2×2 OCL untuk Ponsel

"Yang paling penting adalah kita berhasil mengamankan pendanaan sekitar US$17 miliar untuk proyek-proyek pembangunan di Indonesia antara 2025-2029.

Itu merupakan kontribusi yang sangat besar bagi pembiayaan proyek-proyek pembangunan di Indonesia," ujar Purbaya.