Pemerintah Indonesia tengah menyiapkan stimulus ekonomi baru untuk 2026, termasuk insentif bagi pembelian kendaraan listrik.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa kajian terhadap berbagai opsi stimulus masih berlangsung.

in1

>>> Deschamps Tinggalkan Timnas Prancis di Piala Dunia 2026 karena Ibu Meninggal

"Sepanjang tahun ini kita sedang mempertimbangkan insentif untuk mobil listrik, motor listrik," kata Purbaya dalam Economic Update 2026.

Ia menambahkan bahwa seluruh opsi tersebut belum menjadi kebijakan final dan masih menunggu arahan Presiden Prabowo Subianto.

"Kami sudah hitung, kami tunggu keputusan seperti apa," ujarnya.

Kebijakan ini diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi dan adopsi kendaraan ramah lingkungan untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.

Selain insentif otomotif, pemerintah juga mempertimbangkan bantuan langsung tunai, bantuan pangan, dan perluasan cakupan penerima bantuan.

>>> Martinelli Bocorkan Kondisi Terkini Neymar Jelang Skotlandia vs Brasil

Purbaya menegaskan bahwa semua opsi ini belum final dan masih menunggu keputusan Presiden.

Pemerintah akan terus memantau dinamika ekonomi nasional dan global untuk menyesuaikan stimulus yang paling dibutuhkan.

Paket Stimulus Semester II-2026

Sebelumnya, pemerintah telah menyepakati Paket Stimulus Ekonomi Semester II-2026 yang berfokus pada mobilitas dan insentif pajak.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto merinci program tersebut, termasuk diskon tiket transportasi dan PPN ditanggung pemerintah untuk tiket pesawat.

Diskon tiket transportasi pada libur sekolah dialokasikan Rp190 miliar untuk 3,07 juta penerima, sedangkan periode Nataru Rp161,4 miliar untuk 2,87 juta penerima.

>>> Pertolongan Pertama saat Anak Diduga Alergi Susu Sapi, Jangan Panik

PPN ditanggung pemerintah untuk tiket pesawat pada libur sekolah sebesar Rp472,7 miliar untuk 2,3 juta penumpang, dan pada Nataru Rp722 miliar untuk 3,7 juta penumpang.