"Sepanjang yang saya tahu ya (lebih kompetitif dari Filipina). Kalau kemarin HPM kita koreksi itu karena kalau beli impor dia lebih tinggi juga.

Di samping itu kan enggak fair kalau dia memanfaatkan mineral itu terus royaltinya enggak ditarik," tutupnya.

in1

Data harga terbaru menunjukkan HPM bijih nikel Indonesia pada Juni 2026 periode II untuk kadar 1,5% Ni berada di level US$64,73 per wet metric ton untuk MC 35% dan US$69,71 per wet metric ton untuk MC 30%.

Sementara itu, harga bijih nikel Filipina 1,5% min dengan basis CIF China tercatat US$66,57 per metrik ton pada 19 Juni 2026.

Perbandingan tersebut menunjukkan harga domestik Indonesia masih berada dalam kisaran kompetitif, terutama pada kadar dan kadar air tertentu.

Meski demikian, perbandingan harga Indonesia dan Filipina perlu dibaca hati-hati karena basis transaksi dan spesifikasi komoditas tidak sepenuhnya sama.

>>> Sering Mangkir, KPK Pertimbangkan Jemput Paksa Model Fitri Assidikki

Harga Filipina mengacu pada CIF China, sedangkan HPM Indonesia dipengaruhi formula pemerintah, kadar nikel, kadar air, faktor koreksi, serta ketentuan penjualan domestik.