Platform X tengah ramai menyoroti dugaan suap terhadap mahasiswa Universitas Bung Karno (UBK) usai bertemu Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dian Sandi Utama, menilai tidak mungkin Gibran mau “bermain” dengan mahasiswa UBK.

in1

>>> Kejagung Tolak Status Justice Collaborator Eks Waka Badan Gizi Sony Sonjaya

“Kalau mau main-main, Mas Wapres tidak mungkin sama Mahasiswa UBK (Univ. Bung Karno),” tulisnya di akun X pribadinya, dikutip Selasa (23/6).

Pada Senin (15/6/2026), belasan mahasiswa UBK dan Universitas MH Thamrin ikut aksi di Patung Kuda, lalu diundang ke Istana Wapres untuk berdialog dengan Gibran.

Usai pertemuan, muncul tudingan bahwa BEM “berbelok arah” karena menerima uang.

Tak lama kemudian, sebuah video interogasi viral memperlihatkan Ketua BEM FH UBK Abdi Maludin mengakui menerima uang, tetapi jumlahnya hanya sekitar Rp1,5–2 juta.

>>> Kejagung Tolak Permohonan Justice Collaborator Eks Wakil Kepala BGN

Ia menyebut dana itu dipakai untuk logistik aksi kampus.

“Saya ngaku salah dan mohon maaf kepada kalian semua,” ujar Abdi saat diinterogasi mahasiswa UBK yang sempat ditayangkan live di TikTok.

Hingga kini, belum ada bukti hukum yang menunjukkan uang tersebut berasal dari Wapres Gibran atau merupakan bentuk suap langsung.

>>> Pemkab Bogor Hentikan Sewa Kendaraan Dinas Demi Efisiensi Anggaran

Pihak kampus dan aliansi mahasiswa masih menelusuri asal-usul aliran dana tersebut.